Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon/Net

telusur.co.id – Suhu politik di Indonesia, utamanya menjelang Pemilihan Presiden di Tahun 2019, sudah mulai panas.

Perang sindiran, hingga pernyataan-pernyataan kritis pun turut terjadi di media sosial.

Kali ini, Pakar Hukum yang juga Guru Besar di Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita terlibat ‘perang’ dengan Wakil Ketua Umum Gerindra, yang juga Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.

Awalnya, Romli menyebut bila ganti presiden dideklarasikan pada 2018 sama dengan ganti pemerintahan sebelum waktunya.

slm pres dlm konstitusi adalah kepala pmthn juga kepaka negara jelas ganti pres dideklare sejak 2018 sm dgn ganti pmthn sblm waktunya,” tulis Romli di akun Twitter, @rajasundawiwaha, Senin (27/8/18).

BACA JUGA :  Presiden Resmikan Jalan Tol Gempol-Pasuruan

Tulisan Romli pun mendapat tanggapan dari warganet. Termasuk Fadli Zon yang turut menyikapi pendapat itu.

Fadli tidak sependapat. Menurutnya, aspirasi orang ingin ganti presiden di 2019 adalan konstitusional. Fadli pun menyebut Romli kurang cerdas.

Wah Prof anda kok makin kurang cerdas ya? Aspirasi org minta ganti Presiden di 2019 adalah konstitusional. Logika lulusan SD pun masuk,” tulis Fadli membalas kicauan Romli sebelumnya.

Nampaknya Romli tersinggung dengan ocehan Fadli, yang menyebut “Logika lulusan SD pun Masuk”.

Romli kemudian memamerkan gelar pendidikan yang diraihnya selama hidup. “sy lulus SD thn 1956 dn masuk FH Unpad thn 1962, Master LLM 1981, Doktor 1996. yg sebut sy “Logika SD”, anda sendiri siapa??,” tulis Romli.

BACA JUGA :  Tabloid Indonesia Barokah Sudutkan Prabowo-Sandi, Ini Kata BPN

Fadli pun tak tinggal diam, ia membalas kicauan Romli. Namun Fadli memilih untuk tidak memamerkan riwayat pendidikannya. Alasannya, Fadli tidak mau dianggap sombong.

Nggak enaklah sy sebut riwayat pendidikan, nanti dianggap sombong. Yg jelas kali ini sy kritik anda Prof. Pendapat anda ngawur,” kata Fadli. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini