Foto: telusur.co.id

telusur.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, jatuhnya nilai tukar rupiah yang sudah mencapai kisaran Rp14.500 per dolar AS, secara signifikan menyebabkan naiknya harga pakan ayam.

“Semakin terdepresiasi rupiah, para peternak ayam, baik broiler maupun layer, tercekik karena harga pakan yang terus naik,” ujar Fadli Zon, Ketua Umum DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Seperti diketahui, lanjut Fadli, sebagian bahan pakan ternak berasal dari luar negeri atau impor, sehingga harganya sangat tergantung pada nilai tukar rupiah. Di sisi lain, harga jagung untuk pakan juga merangkak naik, sudah mencapai Rp4.200 pada akhir Juli ini. Tak hanya itu, harga DOC (day old chicken) juga naik, padahal ketersediaannya juga tidak memadai. “Prihatin dan sedih, para peternak ayam tidak dapat menutup biaya produksi dan makin merugi,” tegas Fadli.

Kenaikan harga daging ayam dan telur, dalam kajian HKTI, tidak dirasakan oleh peternak ayam. Harga kandang (farm gate), yang naik sedikit tidak sebanding dengan kenaikan harga pakan. Sedang harga di tingkat konsumen lebih dibentuk oleh mata rantai distribusi, bukan produksi. “Kenaikan harga dinikmati pedagang ketimbang peternak. Masalah harga lebih pada distribusi dan tata niaga daripada produksi,” lanjut Ketua Umum HKTI ini.

BACA JUGA :  Fadli Zon Pimpin Diplomasi Bilateral Indonesia-Polandia

Dalam pandangan HKTI, kondisi peternak dan peternakan ayam saat ini sudah darurat. Pemerintah harus segera turun tangan selamatkan para peternak dan peternakan ayam. Jangan sampai industri peternakan ayam, terutama peternakan rakyat, hancur lebur.

“Tingginya harga telur dalam sebulan terakhir juga berasal dari masalah-masalah tadi. Karena tak mampu lagi menahan beban biaya pakan yang mahal, akhirnya banyak peternak yang melakukan apkir dini, alias menjadikan ayamnya sebagai ayam potong. Buntutnya, kita kini mengalami kelangkaan telur.”

“Kondisi peternakan ayam sudah darurat, di jurang kehancuran, harus kita selamatkan. Collateral damage-nya akan sangat luas dan berdampak pada ekonomi nasional. Pemerintah harus selamatkan peternak dan peternakan ayam nasional,” tegas Fadli Zon yang juga Wakil Ketua DPR RI.

BACA JUGA :  Jangan Kaitkan Aksi Teror Dengan Revisi UU Teroris Dong

Menurut HKTI, tutur Fadli Zon, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan pemerintah untuk selamatkan peternakan ayam nasional. Pertama, subsidi pakan. Harga pakan konsentrat dan jagung disubsidi senilai rupiah tertentu, jagung misalnya disubsidi Rp. 500 – 1.000,-. Kedua, pemerintah harus juga menjamin ketersediaan pakan, terutama jagung. Ketiga, pemerintah harus jamin ketersediaan dan harga DOC.

“Langkah darurat tersebut dibarengi dengan pendataan produksi dan perbaikan tata niaga daging ayam dan telur ayam. Kombinasi ini akan selamatkan peternak dan peternakan ayam nasional juga perekonomian bangsa,” tandas Fadli Zon. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini