telusur.co.id- Penyebab naik turunnya harga kebutuhan pokok selama ini lantaran adanya permainan sembilan mafia importir.

Begitu disampaikan mantan menteri perekonomian era presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli, di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Selasa (6/8/18).

“Impor makanan di Indonesia itu dikelola oleh (pemain) kartel. Misalnya gula, Itu pemainnya hanya ada 9 (mafia), bawang putih juga segitulah 9 orang pemainnya. Mereka ini yang atur-atur bisa bikin harga murah atau mahal,” kata dia.

Menurut Rizal, langkah para kartel tersebut sudah sangat merugikan para pedagang. Karena, keuntungan penjualan bahan pokok seperti bawang putih mencapai Rp 19 triliun pertahunnya, sedangkan Gula bisa mencapai keuntungan lebih dari bawang putih.

BACA JUGA :  Aktivis 98 Akan Beri Dukungan Rizal Ramli Nyapres Saat Perayaan Reformasi

Disisi lain lanjut Rizal, Pemerintah sebagai pengendali harga-harga pangan tak mampu mengambil kebijakan yang mengutamakan rakyat, sehingga kenaikan harga sangat mencekik pedagang dan masyarakat bawah.

“(Kartel) Ini kan kebangetan. Wong rakyatnya miskin, nganggur, malah banyak harga makanannya dua kali dari malaysia,” tutup dia.

“Di negara lain seperti Thailand, Australia, Malaysia, harga daging dan gula tidak semahal seperti di Indonesia. “Ini kan nggak bener,” tegas dia.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini