AFP

telusur.co.id – Hujan lebat selama delapan hari terakhir yang melanda wilayah India bagian selatan tak hanya memicu banjir dan tanah longsor saja, rumah dan jembatan juga ikut ambruk. Tak hanya infrastruktur yang rusak, bencana banjir telah merenggut nyawa 160 orang jiwa dan ribuan orang mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Jumat, petugas penyelamat telah menggunakan helikopter dan kapal untuk mengevakuasi ratusan orang yang terdampar di atap rumah mereka. Ribuan penyelamat bekerja untuk menggeser orang-orang yang terdampar ke 1.200 kamp yang dikelola negara di mana lebih dari 150.000 orang telah berlindung.

Seorang wakil kementerian pertahanan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis sore bahwa lebih dari 3.000 orang telah diselamatkan oleh pasukan bersenjata di 12 distrik Kerala sementara pejabat negara bagian telah menempatkan korban tewas di 164 sejak 8 Agustus.

Pada Kamis pagi, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa dia telah meminta kementerian pertahanan negara untuk lebih meningkatkan operasi penyelamatan dan bantuan di seluruh negara bagian. Modi juga diperkirakan akan mengunjungi Kerala pada hari Jumat.

Pihak berwenang telah membuka gerbang 34 waduk ketika air mencapai tingkat berbahaya.

Ratusan desa telah banjir, lebih dari 10.000 km jalan dan ribuan rumah hancur atau rusak di seluruh negara bagian, kata para pejabat. Hujan musim hujan menyebabkan kematian ratusan orang di India setiap tahun. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini