Idrus Marham/Net

telusur.co.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi  menetapkan mantan Menteri sosial Idrus Marham sebagai tersangka atas dugaan suap proyek PLTU Riau 1. Diduga, Idrus mengetahui penerimaan suap terkait pemulusan proyekt tersebut.

“Diduga mengetahui dan memiliki andil terkait dengan penerimaan uang oleh EMS dari JBK,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/8/18).

Eni Maulani Saragih yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, diduga telah menerima uang dari pemegang saham Blackgold natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo (JBK). “EMS menerima sekitar Rp 2,25 miliar,” ujar Basaria.

BACA JUGA :  PPATK-KPK Minta DPR dan Pemerintah Sahkan RUU Pembatasan Transaksi Uang Tunai

Kemudian, Idrus juga diduga berperan mendorong proses penandatanganan Purchase Power Agreement (PPA) jual beli proyek pembangunan PLTU mulut tambang Riau 1

“IM juga diduga telah menerima janji untuk mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah EMS sebesar USD 1,5 juta yang dijanjikan JBK apabila PPA proyek PLTU Riau 1 berhasil dilaksanakan,” ungkapnya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini