telusur.co.id – Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha), Azmi Syahputra mengatakan terbakarnya area taman nasional komodo di area savana Gililawa sangat memprihatikan. Dia mendesak aparat kepolisian gerak cepat menangkap pelaku pembakaran.

Polisi, kata dia, sudah lebih mudah mempetakan dan menyisir pelaku karena dengan adanya “cyber beauty” dan testimony dari medsos. “Polisi menelusuri dan mendalami kesaksian-kesaksian  dari warga netizen yang menyaksikan perilaku langsung dari orang orang yang tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan  kejadian kebakaran ini,” desak Azmi kepada wartawan, Sabtu.

Parahnya, dibeberkan dia, kebakaran ini diduga karena ulah salah satu tour operator atau event organizer penyedia paket wisata sengaja membiarkan atau menyediakan sarana kembang api untuk membuat sesuatu yang unik atau paket yang berbeda untuk sesi foto bagi konsumennya. “Ini ngawur.. Sangat konyol dan diduga ini sebagai salah satu penyebab terbakarnya kawasan komodo,” tuding dia.

BACA JUGA :  Kader PDIP Kecewa Gerakan #2019GantiPresiden Tanpa Calon

Jika hasil penyelidikan polisi benar dan terbukti, dia meminta pelakunya dihukum berat tidak hanya secara personal atau tour guidenya termasuk harus diminta pertanggungjawaban hukum korporasinya. “Tarik juga secara hukum korporasinya ini penting agar ada efek jera bagi pelaku khususnya pengelola jasa operator tour.”

Dia melanjutkan, sanksi pidana dan denda maksimal dapat dikenakan mengacu pada undang-undang kehutanan, undang-undang perlindungan pengelolaan lingkungan hidup serta undang-undang konservasi sumber daya alam hayati beserta ekosistemnya dapat dijadikan payung hukum menjerat pelaku.

“Pidana 10 tahun sampai denda 10 miliar jika nyata-nyata dengan sengaja membawa bahan-bahan atau kegiatannya dapat mengakibatkan terbakarnya sebuah kawasan hutan.”

BACA JUGA :  RUU Antiterorisme Tak Disahkan, Mahfud Marahi DPR

Lebih jauh dia mengakui jika kebakaran ini sangat merugikan, karena wisatawan atau para turis yang datang pasti mulai terganggu liatnya menjadi tidak indah. “Hewan kadal langka purba dunia yang hanya masih ada di Indonesia layaknya sebagai bangsa Indonesia harus dijaga,” tutupnya.

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini