telusur.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memamerkan keberhasilan pemerintahannya yang mampu mengambil 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Dihadapan anggota sidang kenegaraan di Komplek Parlemen, Senayan Kamis (16/8/18), Jokowi mengatakanbaru di era kepemimpinannya lah, sebagian saham PTFI yang selama ini sulit didapat akhirnya mampu miliki Indonesia.

“Setelah beberapa dekade berada ditangan pihak lain, Blok Migas Mahakam, Blok Migas Sanga-Sanga, Blok Migas Rokan, dan mayoritas saham Freeport kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ucapnya.

Dalam mengambil sebagian besar saham PTFI dijelaskan Jokowi, diperlukannya ketegasan dan kepercayaan diri. “Kita harus tegas untuk menjaga NKRI,” ucapnya.

BACA JUGA :  Sekjen Parpol Koalisi Jokowi-Ma'ruf Kumpul Bahas Tim Pemenangan

Sehingga, Pada 12 Juli 2018 Indonesia berhasil menguasai 51,2 persen saham Freeport dari yang sebelumnya Indonesia hanya memiliki 9,36% saham.

Diketahui, Pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Alumunium (INALUM) melakukan penandatanganan Pokok-pokok Perjanjian (Head of Agreement) terkait penjualan saham Freefort McMoran Inc (FCX) dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke INALUM.

Namun, penandatanganan Head of Agreement ini bukanlah ujungnya. Masih ada tahapan lain, yaitu dalam waktu dekat Inalum harus melakukan pembayaran 3,85 miliar dollar AS atau sekitar Rp 55,44 triliun (kurs Rp 14.400 per dollar AS).[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini