foto|net

telusur.co.id – Kepala Tanggap Darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Peter Salama, mengungkapkan situasi dan kondisi pengungsi Rohingya sangat mengkhawatirkan karena bisa terkena berbagai penyakit menular.

“Organisasi-organisasi kesehatan khawatir tentang wabah penyakit yang terjadi di kamp-kamp yang penuh sesak dan tidak bersih,” ungkap Salama seperti dilansir aljazeera.com, Jumat.

Ada lebih dari satu juta orang Rohingya yang tinggal di 32 kamp di distrik Cox’s Bazar setelah melarikan diri dari penganiayaan dan penindasan militer yang kejam oleh tentara Myanmar.

Kata dia, selain virus menular dan tidak menular, para pengungsi tetap berisiko longsor dari hujan deras.

BACA JUGA :  Misi Pecari Fakta PBB Untuk Myanmar, Marzuki Darusman : Pemerintah Setempat Harus Kooperatif

Bagi besarnya risiko yang ditimbulkan oleh kondisi ini sangat luar biasa. “Saya menyadari betapa rapuhnya lingkungan dari perspektif manusia dan ekologi,” kata Salama.

“Kamp-kamp ini adalah semacam inkubasi untuk penyakit karena kepadatan. Tapi dengan keberuntungan dan upaya besar, wabah besar-besaran telah dicegah.”

WHO telah bermitra dengan lebih dari 110 organisasi di lapangan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan para pengungsi Rohingya.

Karena pengecualian sistematis mereka dari layanan pemerintah, Rohingya hampir tidak menerima imunisasi ketika tinggal di negara Rakhine Myanmar. Itulah mengapa hal pertama yang dilakukan WHO adalah meluncurkan program vaksinasi komprehensif.

BACA JUGA :  Gagal Bertemu Dubes Myanmar, Demonstran Bakar Foto Aung San Suu Kyi

“Dalam beberapa minggu dari populasi yang melintasi perbatasan, ada program vaksinasi kolera yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mencegah populasi dari tertular penyakit itu,” kata Salama.

Khalid Eltahir, Manajer Insiden WHO di Bangladesh, mengatakan bahwa ada rencana aksi multi-sektor di setiap kali terjadi wabah penyakit.

“Kami juga memiliki pengawasan penyakit di tempat setiap hari dan setiap minggu,” kata Eltahir.

“Untuk penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti malaria dan demam berdarah, dan penyakit yang terbawa air seperti kolera, kita bertindak segera.” (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini