Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sodik Mujahid/Istimewa

telusur.co.id – Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara menjatuhkan hukuman kepada warga Tanjung Balai bernama Meliana satu tahun enam bulan penjara atas kasusnya penistaan agama.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua komisi VIII DPR, Sodik Mujahid menilai kasus tersebut seharusnya tidak bisa dikatagorikan sebagai penistaan Agama.

Sebab, jika dilihat pada perkara itu, Meliana hanya meminta suara adzan dikecilkan.

“Sebenarnya itu hanya sebagian kritik bukan mengeskpresikan tentang kebencian dengan mendengarkan volume adzan” ucap dia kepada wartawan, Jakarta (23/8/18).

Terkait putusan hukuman pada Meliana kata Sodik, PN Medan seharusnya mempelajari dulu pokok permasalahan dengan cermat, agar tidak salah dalam memutuskan perkara tersebut.

BACA JUGA :  Surat Terbuka Mantan Tahanan Politik Era Soeharto Untuk Natalius Pigai

“Jadi hakim harus cermat dalam memutuskan permasalahan. Seharusnya kasus masih bisa untuk dibicarakan bermusyawarah” tambahnya lagi.

Diketahui, Meliana hanya meminta untuk mengecilkan suara adzan, karena dia merasa terlalu bising ditelinga saat mendengarkan suara adzan.

Lantaran ucapan Meliana di tuntut karena saat adzan Isya berkumandang dia kembali berteriak-teriak dan marah-marah sikap itu membuat masyarakat untuk menuntut ucapan Meliana.[far]

Laporan: Noor Muhammad Ikhlas R

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini