telusur.co.id – Setelah Majelis Permusyawaratan Rakyat mengamandemen Undang Undang Dasar 1945 pada saat reformasi, masalah-masalah konstitusi menjadi banyak.

Demikian pendapat tokoh pergerakan yang juga mantan anggoa DPR RI, M Hatta Taliwang dalam acara diskusi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (4/8/18).

“Saya menilai banyak sekali masalah-masalahnya,” kata dia.

Saking banyaknya masalah, dirinya merasa menyesal, lantaran saat itu dirinya sebagai anggota DPR yang ikut mengamandemen. Karena, anggota pada saat itu tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya bisa membubuhkan tanda tangan sebagai tanda persetujuan.

BACA JUGA :  Golkar Tetap Ingin Airlangga Cawapres Jokowi

“Kami hanya anggota biasa yang datang, kita tinggal tanda tangan, absen sebagai bukti persetujuan.”

Ia pun menyebut, kekacaun-kecauan atau masalah yang saat ini terjadi akibat amandemen itu, yakni hilangnya taring MPR sebagai lembaga tertinggi negara, sehingga dalam Pilpres saat ini, dikuasai oleh para habib dan taipan.

“Kekacauan dari amnademen. Misalnya yang aneh itu dalam rangka Pilpres yang muncul itu habib-habib dan taipan-taipan untuk mengatur-atur negara ini. Buat apa? Untuk apa ada pemilihan perwakilan rakyat? Presiden meminta-minta para taipan-taipan untuk membawa dolar,” kata dia.

BACA JUGA :  Kader PDIP Kecewa Gerakan #2019GantiPresiden Tanpa Calon

Di sisi lain, dirinya menyebut Indonesia saat ini tidak berdaulat, dan menjadi negara underdog yang tidak mengalami perubahan. Indonesia, kata dia, hanya merasa maju namun tidak ada perubahan.

“Itu berarti ada masalah dalam mengatur, dan konstitusi negara kita.” [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini