Pakar Hukum Tata Negara , Refly Harun/Net

telusur.co.id – Meski belum memasuki masa kampanye Pilpres 2019, perpolitikan Indonesia sudah menghangat. Terbaru, ramainya deklarasi #2019GantiPresiden di sejumlah daerah, yang juga mendapatkan penolakan.

Bukan hanya itu, berbagai pihak yang menginginkan pemimpin baru, terus menyerukan bahwa rezim saat ini tidak berpihak kepada rakyat.

Terkait panasnya politik di Tanah Air tercinta, Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengatakan, berdemokrasi sehat itu tidak mengkampanyekan kejelekan pihak lawan.

Menurutnya, lebih baik jika mengkampanyekan kelebihan pihak sendiri, dan memberikan alasan mengapa pemilih harus memilih figur yang didukungnya.

BACA JUGA :  Ketum PPP Muktamar Jakarta: Dukungan untuk Prabowo-Sandi Murni Aspirasi DPW

Berdemokrasi yang sehat itu, lebih baik mengkampanyekan kelebihan diri dan alasan kenapa orang harus memilih kita ketimbang menyatakan keburukan orang lain. Yg dinyatakan buruk pasti akan bereaksi pula,” tulis Refly Harun dalam akun Twitter miliknya, Senin (27/8/18).

Demokrasi, kata dia, memang melelahkan. Sebab, selain harus menghadapi berbagai argumen yang berbeda, juga harus menghadapi kemarahan, kebencian dan sebagainya. Padahal, marah dan benci tidak menyelesaikan persoalan. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini