MUI/Net

telusur.co.id- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan Kementerian Agama membuat aturan terkait penggunaan  pengeras suara tempat ibadah di semua agama.

Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, Kemenag saat ini hanya mengatur penggunaan pengeras suara di masjid saja, melalui Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag No. Kep/D/101/1978 tentang Penggunaan Pengeras Suara di Masjid.

“Instruksi Dirjen tersebut juga bersifat diskriminatif karena hanya mengatur rumah ibadah tertentu, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan kecemburuan di tengah masyarakat,” kata Zainut dalam keterangan resminya kepada telusur.co.id, Senin (27/8/18).

“Jadi menurut hemat saya, Kementerian Agama harus membuat peraturan perundangan yang lebih konprehensif,” sambung dia.

BACA JUGA :  Dakwah Gus Miftah di Klub Malam Didukung MUI

Kasus yang menimpa Meiliana yang divonis 18 bulan oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan karena terbukti melanggar pasal penodaan agama, memprotes volume pengeras suara azan, menurut Zainut hendaknya menjadi pelajaran bagi pemerintah.

Zainut  memandang, perlu ada peraturan yang bisa menjamin terbangunnya kehidupan antar agama yang rukun, damai dan harmonis. Karenanya, Kemenag perlu membuat regulasi yang dapat diterima oleh semua pihak.

“Regulasi tersebut tidak boleh diskriminatif, dan harus mengatur dan melindungi semua umat beragama,” paparnya.

Instruksi Dirjen Bimas Kemenag No. Kep/D/101/1978 tentang Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Zainut menilai  cenderung lemah, tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Alasannya, karena tidak ada perintah dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi terkait instruksi Dirjen Kemenag tersebut.

BACA JUGA :  MUI Ultimatum Tengku Zulkarnain Tak Sembarang Bicara

Selain itu, Instruksi Dirjen Bimas Islam  sudah tidak relevan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Peraturan Pembentukan Perundang-undangan. Dalam UU itu dijelaskan, setiap peraturan akan memiliki kekuatan hukum yang mengikat jika ada peraturan yang lebih tinggi.

Seperti diwartakan, Menteri Agama Lukman Hakim Syaefuddin mengunggah lima poin Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tentang Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Mushalla lewat akun twitter pribadinya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini