telusur.co.id – Kunjungan Ketua MPR, Zulkifli Hasan ke lokasi gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) benar-benar dimanfaatkan untuk membantu korban gempa dalam mendapatkan fasilitas kesehatan.

Untuk itu, Zulkifli mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. Zulkifli mendatangi pasien di tenda-tenda yang didirikan untuk merawat pasien. Untuk menghindari reruntuhan jika terjadi gempa, RSUD mendirikan tenda-tenda di halaman rumah sakit untuk perawatan pasien.

Setelah mendarat sekitar pukul 09.20 WITA di Bandara Praya, Lombok, Senin (28/8/2018, Zulkifli Hasan langsung menuju RSUD Kota Mataram. Dalam kunjungan ini Ketua MPR didampingi Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono, anggota MPR Alimin, Sekjen PAN Eddi Suparno, Deddy “Miing” Gumelar.

Tiba di RSUD Kota Mataram, Zulkifli Hasan disambut Walikota Mataram Achyar Abduh. Kemudian Zulkifli melihat secara langsung kondisi di tenda-tenda perawatan. Gempa bumi di Mataram sejak 29 Juli lalu masih diikuti gempa susulan. Pasien dan keluarga trauma dengan gempa sehingga dirawat di tenda-tenda. Memang masih tampak gedung rumah sakit retak-retak.

BACA JUGA :  Serap Keluhan Warga Lombok, Ketua MPR: Perlu Dukungan Penuh Pemerintah Pusat

Di RSUD Kota Mataram, Zulkifli menemui pasien-pasien yang dirawat. Dia masuk ke ruang rawat inap pasien ICU dan stroke. Zulkifli sempat berdialog dengan pasien ibu Sadiah. “Yang sabar ya…,” hibur Zulkifli Hasan. Dia juga menyapa masyarakat yang sedang berobat di rumah sakit ini.

Setelah dari rawat inap ICU dan stroke, Zulkifli juga melihat secara langsung ruang darurat untuk operasi. Sejak terjadi gempa, ruang operasi rumah sakit tidak berfungsi. RSUD Kota Mataram mendapat bantuan dari Pemda Jawa Timur berupa enam kontainer. Kontainer itulah kemudian diubah menjadi ruang operasi.

BACA JUGA :  Ketua MPR Ingatkan Pemuda Indonesia Tak Gampang Mengeluh

“Masalah trauma pasien dan keluarganya ini perlu segera diatasi. Sehingga mereka tidak mau di gedung. Rumah sakit pun pindah pelayanannya di lapangan, di tenda-tenda,” kata Zulkifli. Padahal secara teknis Kementerian PUPR menyebutkan gedung rumah sakit aman. Namun masyarakat masih trauma.

Zulkifli mengatakan perlu penanganan khusus karena pelayanan masih dilakukan di tenda-tenda. Zulkifli mengapresiasi penanganan selama ini namun dia mengharapkan seluruh stakeholder ikut terlibat karena bencana ini adalah soal kemanusiaan. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini