telusur.co.id – Serangan udara yang dilakukan oleh koalisi Arab Saudi dan UEA yang memerangi pejuang Houthi Yaman telah membunuh setidaknya 20 orang di kota pelabuhan Laut Merah Hodeidah.

“Jumlah orang yang tewas dalam dua serangan itu mencapai 20,” kata seorang dokter di kota Laut Merah kepada kantor berita AFP, dengan sumber-sumber medis lain menyebutkan jumlah orang yang cedera dirawat di rumah sakit pada usia 60 tahun.

Sumber-sumber medis mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa jumlah korban tewas mencapai 26 orang, sementara kantor berita SABA yang berafiliasi dengan Houthi menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 30 orang, menambahkan bahwa 50 orang lainnya terluka.

Juru bicara koalisi, Kolonel Turki al-Malki, mengatakan kepada saluran berita satelit Al Arabiya milik Saudi bahwa pihaknya tidak melakukan serangan terhadap Hodeida dan menyalahkan serangan terhadap Huthi.

BACA JUGA :  Dukung Jokowi Dua Periode, TGB Tak Minta Jatah Cawapres

Dia mengatakan koalisi “mengikuti pendekatan yang ketat dan transparan berdasarkan aturan hukum internasional.”

Kontibutor Al Jazeera’s, Mohammed Adow, melaporkan dari Djibouti, mengatakan “petugas penyelamat mengatakan kepada wartawan bagaimana mereka melihat bagian tubuh di seluruh pasar ikan yang menjadi target serangan udara.

“Pasar ikan hanya 20 meter dari rumah sakit al-Thawra, yang merupakan salah satu dari segelintir fasilitas medis yang masih beroperasi di Hodeidah.”

Adow menambahkan bahwa pihak berwenang di Hodeidah mengatakan serangan udara “sangat tidak terduga karena baik pejuang Houthi dan koalisi Saudi-UAE telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan permusuhan di dalam dan di sekitar pelabuhan Hodeidah untuk memberi kesempatan upaya perdamaian PBB”.

BACA JUGA :  Indonesia Vs UEA, Tiket Harga 100 Ribu Ludes Terjual

Palang Merah Internasional yang mendukung rumah sakit al-Thawra mengirim persediaan bedah yang akan cukup untuk mengobati hingga 50 pasien yang berada dalam kondisi kritis.

“Serangan udara ini terjadi pada saat lembaga bantuan memperingatkan tentang wabah penyakit baru. Air dan sanitasi negara itu telah dihancurkan oleh serangan udara ini,” kata Adow.

Sementara itu, Martin Griffiths, utusan khusus PBB untuk Yaman, mengumumkan pada hari Kamis bahwa ia mengundang pihak-pihak yang bertikai untuk berunding di kota Jenewa di Swiss, dalam upaya terakhir untuk mengakhiri perang saudara yang berusia tiga tahun. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini