telusur.co.id – Inisial nama dengan huruf ‘M’ nampak sedang digemari oleh koalisi Joko Widodo. Setelah ramai cawapres Jokowi berinisial ‘M’, kali ini koalisi petahana juga memilih inisial ‘M’ sebagai calon Ketua Tim pemenangan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Kabar calon Ketua Tim Pemenangan pejawat itu berinisial ‘M’, sebagaimana dilontarkan salah satu ketua umum dari partai pendukung Jokowi, yang juga nama depannya inisial ‘M’, yakni M. Romahurmuziy alias Romy.

Romy mengatakan, ada tiga nama calon ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf yang berinisial ‘M’, yang berasal dari non partai politik pendukung. Menurut Romy, hal itu dikarenakan agar tidak ada kecemburuan antara partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Saya tidak akan lebih maju lagi menyampaikan sebelum ada keputusan. Kan Kita tidak tahu diantara tiga ‘M’ ini semuanya ada yang setuju atau tidak ada yang setuju karena kesibukannya masing-masing,” kata Romy, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/18).

Terkait keinginan Jokowi memilih M. Jusuf Kalla yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden, sebagai ketua tim pemenangan, Romy yang sampai saat masih berseteru dengan Djan Faridz itu mengatakan, bahwa JK sendiri lebih memilih menjadi ketua dewan penasihat di tim pemenangan nasional Jokowi-Ma’ruf.

BACA JUGA :  Disambagi Rizal Ramli, Prabowo Minta Masukan Soal Ekonomi

“Karena beliau tidak ingin presiden dan wakil presiden semuanya terambil konsentrasi untuk pemenangan pilpres 2019. Jadi beliau lebih memilih untuk konsentrasi tugas-tugas sebagai Wakil Presiden,” kata Romy.

Sebelumnya, terkait inisial ‘M’ bakal Cawapres Jokowi, nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, sempat ramai diperbincangkan. Menjadi semakin ramai, saat Mahfud yang ditolak karena bukan kader NU itu blak-blakan terkait kegagalan dirinya menjadi Cawapres Jokowi.

Bukan ‘M’ Mahfud yang dipublikasi atau diumumkan Jokowi, melaikan ‘M’ Ma’ruf Amin, yang merupakan Rais Aam PBNU.

Belakangan terungkap dari pernyataan Mahfud sebagaimana informasi dari Muhaimin Iskandar alis Cak Imin, jika dipilihnya Ma’ruf karena adanya ancaman yang dilakukan Ma’ruf, Ketua Majelis Ulama Indonesia, yang terkenal dalam mengeluarkan fatwa halal atau tidak.

Mahfud pun menyebut sejumlah nama yang kemungkinan besarnya berperan dalam pergantian nama cawapres tersebut. Nama-nama itu adalah Muhaimin Iskandar, Said Aqil Siradj dan M. Romahurmuziy.

BACA JUGA :  Beredar, Video Acara Pembagian Sertifikat Tanah Oleh Jokowi Sepi Dari Warga

Mahfud MD mengaku jika dirinya tersinggung dengan pernyataan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

“Romy begitu keluar dari ruangan itu, mengatakan ‘loh Pak Mahfud itu kan maunya sendiri, bikin baju sendiri, siapa yang suruh?’,” cerita Mahfud MD.

“Saya agak tersinggung itu. Padahal Romy justru yang sehari sebelumnya mengatakan bahwa saya sudah final. Pak Mahfud siapa yang membuat baju, itu kan kerjaannya tim sukses saja katanya.”

“Apa betul itu? Nah di situ kemudian klarifikasinya.”

“Saya dipanggil Pak Jokowi ke istana, Pak Jokowi menjelaskan situasinya dihadapkan pada situasi serba sulit, clear Pak Jokowi mengatakan, ‘jika sampai kemarin sore itu sudah mengerucut ke satu orang, Pak Mahfud, sudah saya perintahkan, tapi tiba-tiba sore partai-partai datang, mengajukan calonnya sendiri-sendiri, lah saya kan tidak bisa menolak, saya kan bukan ketua partai, sementara ini koalisi harus ditanda tangani’, kata Pak Jokowi,” ucap Mafud MD. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini