Repro

telusur.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang tidak keberatan apabila dirinya mengucapkan permohonan maaf kepada Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai ucapannya yang menyatakan ‘goblok’ ke MK.

“Somasinya suruh minta maaf. Saya sih mau-mau saja minta maaf. Minta maaf saja apa sih susahnya,” ungkap OSO kepada wartawan di Komplek DPR, Jakarta, Rabu (1/8/18).

OSO menjelaskan, sikapnya dengan menyebut kata ‘goblok’ sesuatu yang wajar. Akan tetapi dirinya juga mempertanyakan pada MK bahwa keputusannya sama dengan melecehkan Undang-Undang.

“Tapi mana yang lebih berat ‘goblok’ atau pelecehan UU. Kalau pelecehan UU itu berat apalagi penyimpangan dari UU,” ungkapnya

BACA JUGA :  Sidang MK, Keponakan Mahfud MD Ungkap Pelatihan Saksi TKN Ajarkan Kecurangan

“Jadi contohnya, anda melihat tidak ada plang larangan lewat jalan. Anda lewat. Setelah anda lewat peraturan itu baru dipasang. Apa anda harus pulang lagi? Gak benar kan,” ungkapnya lebih lanjut.

Diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pemimpin parpol harus mengundurkan diri jika mendaftar sebagai calon DPD/Senator. Namun pada siaran di salah satu stasiun tv swasta, OSO dinilai mengeluarkan pernyataan yang merendahkan. OSO menilai putusan MK tersebut tak menghargai Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“MK itu goblok. Kenapa? Karena dia tidak menghargai kebijakan yang telah diputuskan, oleh siapa? Oleh KPU. Itu porsinya KPU bukan porsi MK,” ujar OSO dalam siaran itu.

BACA JUGA :  Ingin Wujudkan Transportasi Kereta Api di Kalimantan, Ketua DPD Gandeng Rusia

OSO juga mengungkapkan MK tak pernah berkonsultasi dengan DPD atas hal ini. Ia juga menyebutkan MK tak mengumumkan adanya uji materi terhadap pasal tersebut.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini