Kementerian BUMN/Net

telusur.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi, menyebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memborong tiket Asian Games 2018, untuk di bagi-bagi kepada para pejabat.

Terkait itu, KPK didorong agar menangkap para pejabat negara yang telah menerima tiket Asian Games 2018 secara cuma-cuma.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan pengamat politik dan anggaran, Uchok Sky Khadafi, dalam keterangan kepada telusur.co.id, Rabu (29/8/18).

Seorang pejabat, kata Uchok, menerima tiket gratis itu tidak pantas dan sangat norak sekali. Sebab, seorang pejabat negara memiliki gaji yang terbilang tinggi, dan bersumber dari pajak rakyat. Selain itu, para pejabat itu, juga mendapat fasilitas yang mewah dari negara.

“Masa untuk beli tiket saja, tidak punya duit dan minta gratis,” kata Uchok yang juga Direktur CBA.

BACA JUGA :  KPK Akui Kedahuluan Idrus Marham

KPK, kata Uchok, seharusnya tidak tinggal diam setelah mengetahui adanya bagi-bagi tiket dari BUMN. KPK, harusnya memberi imbauan pada para pejabat yang terima tiket, agar melaporkan kepada KPK karena dianggap sebegai Gratifikasi korupsi.

“Yang harus dilakukan KPK adalah melakukan OTT kepada pejabat negara yang menerima tiket Asian Games 2018 tersebut. Karena kalau KPK tidak melakukan OTT tiket bagi pejabat, maka mereka tidak akan jera, dan tidak akan hilang tradisi bagi-bagi tiket di internal kalangan pejabat,” kata Uchok.

Meskipun KPK tidak melakukan OTT kepada para pejabat penerima tiket, pihaknya tetap meminta kepada KPK untuk tetap melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi bagi-bagi tiket tersebut.

KPK harus segera memanggil pejabat penting dan bertanggungjawab di Kementerian BUMN, seperti Imam Apriyanto Putro yang menjabat sebagai sekretaris kementerian BUMN, dan juga menjabat wakil Komisaris utama Bank Mandiri. Dan juga memanggil Hambra, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis, dan juga menjabat sebagai Komisaris PT. Semen Indonesia.

BACA JUGA :  KPK Harus Usut Tuntas Kasus WTP Kementerian Desa

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut tiket pagelaran Asian Games 2018 diborong oleh Badan Usaha Milik Negara dan diberikan kepada pejabat.

Menanggapi hal tersebut salah satu BUMN yang menjadi official prestige partner Asian Games, PT. Bank Mandiri Tbk menyebut perseroan memang mendapatkan sejumlah tiket dari penyelenggara. Ini sesuai dengan perjanjian sponsorship.

“Iya memang ada kontraprestasi, kami mendapatkan tiket Asian Games 2018. Tiket-tiket itu digunakan untuk pegawai, direksi hingga gimmick ke nasabah,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas, kemarin (28/8/18). [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini