foto|bs

telusur.co.id – Pejabat Amerika Serikat yakin Iran telah mulai melakukan latihan angkatan laut di wilayah Teluk. Iran tampaknya mempercepat waktu latihan tahunan di tengah ketegangan yang meningkat dengan Washington.

Pejabat AS yang enggan menyebut nama, mengungkapkan lebih dari 100 kapal terlibat dalam latihan, termasuk perahu-perahu kecil. Pejabat kedua berharap latihan itu bisa selesai minggu ini.

Tindakan yang dilakukan Iran ini lantaran marah atas keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional dan menerapkan kembali sanksi-sanksi terhadap Teheran.

Pejabat senior Iran telah memperingatkan bahwa negaranya tidak mudah menyerah pada kampanye baru AS untuk mencekik ekspor minyak penting Iran.

BACA JUGA :  Tolak Banding Perusahaan Eropa, AS Memang Keras Kepala

Komando Sentral militer AS pada hari Rabu menegaskan telah melihat peningkatan aktivitas angkatan laut Iran, termasuk di Selat Hormuz, jalur air strategis untuk pengiriman minyak yang Pengawal Revolusi Iran telah mengancam akan memblokir.

“Kami memantau dengan seksama, dan akan terus bekerja dengan mitra kami untuk memastikan kebebasan navigasi dan aliran bebas perdagangan di perairan internasional,” kata Kapten Angkatan Laut Bill Urban, juru bicara kepala di Komando Pusat, yang mengawasi pasukan AS di Tengah Timur dilansir reuters.com

Para pejabat AS, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonimitas, mengatakan latihan itu tampaknya dirancang untuk mengirim pesan ke Washington, yang mengintensifkan tekanan ekonomi dan diplomatiknya pada Teheran, tetapi sejauh ini menghentikan penggunaan militer AS untuk lebih agresif melawan Iran dan proksi.

BACA JUGA :  Turki Curigai AS dan Milisi Kurdi 'Sekongkol' Bantu Assad di Idlib

Namun Iran tidak tampak tertarik untuk menarik perhatian mereka. Otoritas Iran belum mengomentari mereka dan beberapa pejabat yang dihubungi oleh Reuters menolak berkomentar.

Kebijakan Trump sudah memberikan tekanan yang signifikan pada ekonomi Iran, meskipun intelijen AS menunjukkan mereka pada akhirnya dapat menggalang Iran melawan Amerika Serikat dan memperkuat penguasa garis keras Iran, kata para pejabat.

Mata uang Iran menyelimuti kedalaman baru minggu ini menjelang 7 Agustus, ketika Washington akan menerapkan kembali banyak sanksi pertama setelah penarikan Trump dari kesepakatan nuklir 2015. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini