foto|net

telusur.co.id – Mangkirnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M.Romahurmuziy di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat lembaga anti rasuah itu bakal melakukan pemanggilan ulang.

“Akan dijadwalkan ulang Kamis ini,”ucap Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (20/8/18).

Dijelaskan Febri, alasan Romi tak memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus suap usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018, dengan tersangka Yahya Purnomo selaku pejabat Kementerian Keuangan, telah disampaikan melalui stafnya.

“Tadi stafnya datang ke KPK menyampaikan tidak dapat hadir di pemeriksaan hari ini,” jelas dia.

BACA JUGA :  Dokter Bimanesh Masuk Sel

Diketahui, dalam kasus ini KPK menetapkan empat tersangka, Yaya Purnomo dan Amin Santono bekas anggota Komisi Keuangan DPR . Selain itu, KPK juga menetapkan dua tersangka lain dari pihak kontraktor yakni Ahmad Ghiast dan Eka Kamaluddin sebagai pemberi hadiah.

Kasus ini terungkap dari operasi tangkap tangan yang digelar KPK terhadap Amin di kawasan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 4 Mei 2018. Dalam operasi itu, KPK menyita Rp 400 juta dan bukti transfer Rp 100 juta kepada Amin, serta dokumen proposal dari mobilnya. Setelah menangkap Amin, KPK kemudian menangkap Yaya, serta Ahmad dan Eka di lokasi berbeda.

BACA JUGA :  Atas Dasar Kemanusiaan, KPK Tak Seret Bupati Bandung Barat ke Jakarta

KPK menyangka total uang Rp500 juta yang diterima Amin adalah sebagian dari suap yang dijanjikan sebesar 7 persen dalam dua proyek di Kabupaten Sumedang bernilai Rp25 miliar.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini