Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono/Net

telusur.co.id – Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menjadi fokus pembangunan pemerintah setelah sebelumnya lnfrastruktur. Pada 2019 nanti, infrastruktur yang tengah dan akan dibangun Kementerian PUPR juga diharapkan didukung dengan pengembangan SDM yang kompeten dan berkualitas.

Dukungan infrastruktur dalam pengembangan SDM diantaranya adalah rehabilitasi dan pembangunan sekolah, madrasah, universitas. Disamping itu kerjasama vokasi dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kerja konstruksi antara PUPR dengan SMK, Politeknik dan kampus-kampus.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam menjalankan tugasnya, seluruh insan PUPR harus memegang teguh empat budaya kerja (corporate culture) yakni mission oriented dimana tidak akan berhenti sebelum pekerjaan selesai, bekerja sebagai sebuah tim (team work), professional, dan akhlakul karimah.

BACA JUGA :  Bendungan Sukamahi dan Ciawi Bakal Kurangi Banjir di Ibu Kota

“Akhlakul karimah adalah dimanapun kita berada, membuat orang disekitar merasa aman, nyaman dan bermanfaat orang lain,” kata Basuki dalam keterangannya, Senin (13/8/18).

Pengembangan SDM di PUPR dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan teknis dan manajerial.
Peningkatan kemampuan manajerial dilakukan salah satunya melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II (PIM II) angkatan ke-26 oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di Balai Diklat Kementerian PUPR Wilayah IV Bandung, Jawa Barat.

Pelatihan dimulai pada 10 Agustus hingga 6 Desember 2018 dan diikuti oleh 58 orang peserta yang berasal dari PUPR serta dari Kementerian/Lembaga lainnya seperti Kejaksaan Agung, Kementerian Keuangan dan beberapa Pemerintah Daerah.

BACA JUGA :  PUPR Tingkatkan Pelayana Infrastruktur Melalui Skema KPBU

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto ketika membuaka acara pelatihan tersebut memberikan apresiasi kepada PUPR yang telah berhasil menyelenggarakan Diklat PIM yang kedua kalinya.

“Tidak semua Kementerian dan Lembaga mendapatkan izin untuk menyelenggarakan sendiri Diklat PIM II. Pemberian izin dari LAN didasarkan pada banyak pertimbangan. Tidak semua memiliki kemampuan dan kecukupan fasilitas selenggarakan Diklat PIM II,” kata dia.

Menurutnya, keberhasilan ASN dalam mengikuti Diklat PIM dengan baik merupakan salah satu pertimbangan untuk mengikuti seleksi jabatan terbuka. Karena sudah memiliki kemampuan manajerial yang cakap.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini