foto: Istimewa
foto: Istimewa

telusur.co.id- Jaksa penuntut umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Lena, kekeh menuntut Dhawiya Zaida dengan tuntutan dua tahun rehabilitasi. Status putri ratu dangdut Elvy Sukaesih saat ini sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba.

“Tetap pada tuntutan,” kata Lena ketika diminta menanggapi nota pembelaan Dhawiya yang meminta pengurangan tuntutan menjadi sembilan bulan, di PN Jakarta Timur, Selasa (28/8/18).

“Kalau penuntut umum tetap pada tuntutan, bagaimana penasihat hukum?” tanya hakim.

“Kami, sama. Tetap pada nota pembelaan,” jawab Idham Indraputra, kuasa hukum Dhawiya.

BACA JUGA :  Binggung dengan Keputusan Keluarga, Kakak Ipar Dhawiya Mendadak Mundur Sebagai Kuasa Hukum

Baca juga: Binggung dengan Keputusan Keluarga, Kakak Ipar Dhawiya Mendadak Mundur Sebagai Kuasa Hukum

Kuasa hukum Dhawiya, sebelumnya keberatan dengan tuntutan dua tahun rehabilitasi.

Hal tersebut dicantumkannya dalam nota pembelaan Dhawiya, dibacakan Idham di ruang sidang.

“Tuntutan itu tidak sesuai dengan fakta-fakta persidangan. Pendapat ahli, dokter, menyatakan seharusnya Dhawiya direhabilitasi selama tiga sampai enam bulan,” ucapnya.

Baca juga: Keluarga Kecewa Fariz RM Tiga Kali Diciduk Aparat karena Narkoba

Idham menuturkan, Dhawiya selama dalam penahanan tak pernah menggunakan narkoba dan kondisinya dalam keadaan sehat.

BACA JUGA :  Ketua Majelis Tak Hadir, Pembacaan Pledoi Tio Pasukadewo Pun Diundur 

Jika dihitung berdasarkan rekomendasi ahli, kata Idham, idealnya Dhawiya direhabilitasi selama sembilan atau 12 bulan.

“Kan Dhawiya sudah menjalani tahanan selama enam bulan. Seharusnya yang dilakukan adalah rehabilitasi sosial untuk mengembalikan Dhawiya secara mental untuk ke masyarakat,” ungkapnya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini