Nasir Djamil/telusur.co.id

telusur.co.id – Pemerintah dan DPR diingatkan untuk membentuk undang-undang yang mengatur perlindungan hukum, terhadap aparat penegak hukum yang sedang melaksanakan tugas.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi Hukum DPR RI, Nasir Djamil terkait peristiwa penembakan terhadap dua anggota Patroli Jalan Raya, oleh orang tak dikenal, di Tol Kanci-Pejagan, Cirebon, Jawa Barat, dan juga gugurnya anggota Polri Polres Aceh Utara Brigadir Faisal dalam kontak senjata dengan kelompok bersenjata, di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

“Dua kejadian tragis itu harus menjadi momentum untuk mengatur undang-undang, yang mengatur perlindungan terhadap alat negara yang menjaga keamanan, ketertiban umum dan penegakan hukum,” kata Nasir Djamil dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (26/8/18).

BACA JUGA :  RKUHP Harus Atur Pidana Pelaku Prostitusi

Menurut legislator PKS itu, aturan perlindungan terhadap aparat penegak hukum menjadi penting dan mendesak meningat dalam kurun waktu lima tahun ini, banyak aparat penegak hukum, terutama polisi, yang meninggal dan menjadi korban saat melaksanakan tugas memberantas kejahatan.

“Negara harus melindungi alat negara yang menjaga pertahanan, keamanan, dan penegakan hukum agar wibawa negara tegak di mata rakyat dan para penegak hukum,” kata dia.

Diketahui, dua anggota kepolisian ditembak OTK, saat berpatroli di Tol Cipali, Jabar, Jumat malam (24/8/18).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, peristiwa penembakan tersebut terjadi saat petugas melintas di KM 224 Tol Cipali sekitar pukul 21.30 WIB.

BACA JUGA :  Senin, Polisi Periksa Nanik S Deyang Terkait Hoax Ratna Sarumpaet

Petugas melihat tiga orang tak dikenal duduk di pinggir tol. Kemudian, mobil patroli mendekat ke tiga orang tersebut dan dari dalam kendaraan, Aiptu Widi menanyakan tujuan mereka duduk di pinggir tol.

Alih-alih menjawab, salah satu pelaku justru melepas tembakan ke arah Aiptu Widi. Sementara Aiptu Dodon yang juga berada di dalam mobil sempat membalas tembakan ke arah pelaku. Namun mereka melarikan diri.

Kedua anggota langsung dilarikan ke RS Mitra Plumbon, Cirebon, Jawa Barat untuk mendapatkan perawatan. Tak ada peluru yang bersarang di tubuh korban.

Hanya ada beberapa serpihan proyektil yang tengah dilakukan pengangkatan. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini