Foto: tio/telusur.co.id

telusur.co.id- Presidium Alumni (PA) 212 menyesalkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menerima pinangan Presiden Joko Widodo sebagai cawapresnya. Apalagi, usai mendengarkan pengakuan dari Mahfud MD.

“Saya kurang setuju, kenapa tidak yang lebih muda saja? Kiai Ma’ruf lebih tahu lah,” kata Ketua Umum PA 212 dalam sebuah diskusi bertajuk ‘Menebak Arah Politik 212’ di kawasan Setia Budi, Jakarta, Kamis (16/8/18).

Dalam sebuah talkshow di salah satu stasiun TV, Mahfud MD mengatakan jika Ma’ruf Amin yang menyuruh Said Aqil Siradj dan Ketua PBNU Robikin Emhan, menyampaikan ke media bahwa mantan Ketua MK itu bukan kader Nahdlatul Ulama (NU).

BACA JUGA :  Arief Sebut Jokowi Ngibul Soal Saham Freeport

Kemudian, Mahfud juga mengungkapkan bahwa Ma’ruf Amin juga diduga memberikan tekanan kepada Presiden Joko Widodo, bila kader NU tidak dipilih sebagai cawapres. Informasi tersebut diakui Mahfud didapatkannya langsung dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Akibat dugaan adanya ancaman tersebut, Jowoki akhirnya “banting stir” yang semula dikabarkan bakal mengandeng Mahfud MD sebagai cawapres, namun dimenit terakhir deklarasi memilih Ma’ruf Amin.

“Kalau hanya tekanan Cak imin, Aqil siradj, Jokowi bisa meleleh, bagaimana kalau tekanan asing. Ini kritik saya terhadap jokowi,” tegas Aminudin.

BACA JUGA :  Unggul Dalam Survei, TKN Jokowi-Ma'ruf Tidak Mau Terlena

Selain itu, PA 212 juga mempertanyakan alasan Ma’ruf Amin menerima pinangan Jokowi di usia yang sudah lanjut. “Kami juga sempat bertanya-tanya, kenapa diumur 75 ini (Ma’ruf Amin) masih mau menjadi cawapres,” tukas Aminuddin.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini