telusur.co.id- Pengamat media sosial dari Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria mengatakan, akibat momen yang langkah yakni berpelukan Joko Widodo dengan Prabowo Subianto, menjadikan dunia medsos tidak ‘berisk’. Padahal, netizen selalu melontarkan nyinyir karena berbeda pilihan politik.

“Jika kontennya pelukan, maka pengguna medsos akan adem, apalagi yang berpelukan Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Namun, jika kontennya bentrokan maka kecenderungan pengguna medsos juga menyesuaikan,” kata Riqo saat dihubungi wartawan,, Kamis (30/8/18).

Menurut Riqo, figur Jokowi dan Prabowo sangat ampuh dalam rangka meredamkan suasana panas di medos. Sebab kedua tokoh itu punya pengikut loyal. Karenanya, kalau terjadi hal buruk levelnya membahayakan, ucapan kedua calon presiden itu bisa meredam.

BACA JUGA :  Ferry Mursidan Baldan Sebut GN Prabowo-Sandi Gelar Nobar Debat Capres

“Pelukan itu jadi salah satu modal besar untuk pilpres aman dan berkualitas,” paparnya.

Untuk membangun suasana tetap kondusif, Riqo menyarankan agar para netizen dari masing-masing pendukung untuk menyampaikan gagasan serta narasi politik yang baik .

“Fokus pada menyampaikan keunggulan capresnya dan program-program yang ditawarkan. Petahana menyampaikan prestasi, penantang menyampaikan kritik dan tawaran baru,” tutupnya.[Ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini