telusur.co.id – Pemanggilan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M.Romahurmuziy sebagai saksi dalam kasus suap usulan dana perimbangan daerah dengan tersangka Yahya Purnomo, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat tanggapan dari politisi senior PPP yang juga pengurus PPP Khittah, Anwar Sanusi.

Menurut dia, pemanggilan itu sama saja dengan mencoreng citra dan dapat menenggelamkan partai berlambang ka’bah. Dimana, bila dilihat kebelakang beberapa pengurus sebelumnya seperti wakil bendahara PPP, Puji Suhartono yang pernah diperiksa KPK dan Wakil Ketua Umum PPP, Fadli Nursal terseret kasus sehingga ditahan oleh KPK

BACA JUGA :  Ketum PPP Khittah Kutuk Keras Penindasan Muslim Uighur

“Ini makin menenggelamkan dalam tanda kutip PPP dimata masyarakat pemilih,” ucap dia di Jakarta, Senin (20/8/18).

Seharusnya, dikatakan Anwar, sebagai partai yang telah lama berdiri melakukan pembenahan. Hal itu agar suara di pemilihan Umum (Pemilu) legilatif tahun depan mencapai 4 persen sesuai dengan ketentuan Parlementery Treshold (PT). “Kami di PPP Khittah yang yang sudah berbeda pendapat dengan Romi dan Djan Farid tetap tidak ingin PPP tenggelam, kami ingin PPP ini masih eksis ada disenayan,” ucap dia.

Dengan Pemanggilan Romi oleh lembaga anti rasuah, dikatakan pengurus PPP Khittah bukan tidak mungkin di tahun depan PPP bakal tersingkir dan tidak memiliki keterwakilannya di Parlemen alias absen.

BACA JUGA :  Diisukan Gabung ke PBB, PPP Khittah: Itu Tidak Benar

“Kalau dari beberapa kasus kami khawatir tidak memenuhi Parlementry Treshold di Parlemen, kami di PPP Khittah tetap ingin PPP ini masih eksis ada disenayan,” tambah dia

Diketahui KPK melakukan pemanggilan terhadap Romi, ketua umum PPP itu di panggil sebagai saksi dalam kasus suap usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018, dengan tersangka Yahya Purnomo selaku pejabat Kementerian Keuangan.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini