telusur.co.id— Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Indonesia, diapresiasi oleh negara lain. Bahkan, kemampuan dan pengalaman para insinyur Indonesia dinilai sudah cukup memadai untuk berbagi pengalaman dengan negara lain, salah satunya dengan Afghanistan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan kegiatan International Workshop on Infrastructure Development for Afghanistan : Sharing The Best Practices To Achieve Sustainable Development Goals (SDGs) yang berlangsung 27-31 Agustus 2018 di Jakarta.

Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Afghanistan. Sebanyak 9 insinyur Afghanistan yang pejabat tingkat menengah setara direktur dan kepala dinas di negara tersebut menjadi peserta pelatihan.

Direktur Kerjasama Teknik, Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik, Kemenlu, Mohammad Syarif Alatas mengatakan kegiatan pelatihan merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo ke Afghanistan. Dimana, Indonesia akan membantu dalam pembangunan di Afghanistan.

BACA JUGA :  Hormati Lebaran, Pemerintah Afghanistan dan Taliban Bakal Genjatan Senjata

“Pada pelatihan ini, Indonesia akan berbagi pengalaman dan metode dalam pembangunan infrastruktur khususnya di bidang jalan, mulai dari kebijakan, manajemen konstruksi, skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dalam pembangunan jalan dan penyusunan studi kelayakan jalan tol,” kata Syarif dalam keterangannya, Senin (27/8/18).

Ini melanjutkan, sebagai narasumber ialah para ahli yang berasal dari Kementerian PUPR, Komite Percepatan Penyediaan infrastruktur Prioritas (KPPIP), PT. Jasa Marga, dan BUMN Karya yakni PT. Waskita Karya dan PT. Wika Beton.

“Waskita Karya akan berbagi pengalaman mengenai proses pembangunan Jembatan Kalikuto dan Wika Beton mengenai teknologi konstruksi dan pengaspalan jalan,” paparnya.

BACA JUGA :  Pemerintah Dorong Negosiasi PTA antara Indonesia - Bangladesh

“Para peserta juga akan melakukan kunjungan lapangan ke proyek konstruksi jalan tol,” sambung dia.

Syarif berharap, kerjasama Indonesia dan Afghanistan akan meningkat dengan bidang yang lebih luas seperti pertanian, pendidikan, perdagangan, dan sektor konstruksi.

Kemudian, Ia menuturkan, kegiatan ini adalah bagian dari komitmen dan partisipasi aktif Indonesia mempromosikan kerjasama teknik dalam rangka kerjasama Selatan-Selatan.
Selain itu, sebagai sesama negara berkembang merupakan upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah PUPR, Thomas Setiabudi Aden, berharap kegiatan kegiatan pelatihan Indonesia-Afghanistan akan menjadi pondasi untuk kerjasama di masa depan.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini