telusur.co.id – Keputusan Pemerintah Indonesia yang tidak menetapkan gempa dengan kekuatan 7 SR yang mengguncang Lombok, NTB, membuat penerbit majalah Amerika dan pemilik lama majalah Philadelphia dan Boston, David Herbert Lipson heran.

Padahal, menurut dia, akibat gempa banyak korban jiwa dan ratusan ribu kehilangan tempat tinggal, namun tidak dijadikan statusnya sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah RI yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

In Lombok – 350,000 homeless, 68,000 homes damaged or destroyed, more than 436 dead, 1300 injured – but Indonesian Government still hasn’t declared a National Disaster. Incredible.,” tulis David di Twitter miliknya yang sudah terverifikasi, @davidlipson.

BACA JUGA :  Gempa Guncang Madura, Warga Berhamburan

Padahal, sebelumnya tuntutan agar gempa Lombok dijadikan status Bencana Nasional sudah diserukan oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Pada 8 Agustus, Fahri meminta pemerintah segera menetapkan bencana gempa di wilayah Lombok menjadi bencana nasional.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jika penanganan gempa Lombok sudah berskala nasional.

Penanganan itu dilakukan meski belum ditetapkan sebagai bencana nasional.

Sutopo menjelaskan bahwa yang membedakan status bencana nasional hanyalah siapa yang memegang komando dalam penanganan, apakah pemerintah daerah atau pusat.

BACA JUGA :  Jadikan Bekas Tambang Buat Kolam Ikan, Fadli : Menyesatkan

Jika pemerintah daerah masih ada atau berfungsi, penanganan bencana menjadi tanggung jawab pemda sebagai pemegang otoritas di daerah tersebut.

Namun, ia tak menutup kemungkinan status gempa Lombok berubah menjadi bencana nasional. Ia menegaskan bahwa sesuai regulasi yang berlaku, penetapan status bencana nasional merupakan kewenangan Presiden. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini