telusur.co.id – Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang melakukan penyesuaian tarif Rumah Susun Sewa atau Rusunawa membuat para penghuninya menjerit, dan merasa tercekik.

Terkait itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sedang mengecek ulang kebijakan tersebut. Dan menurutnya, pada hari Senin, 20 Agustus mendatang, kabar hasil pengecekan didapatnya.

“Akan diperiksa lebih jauh. Kondisi di dinas perumahan seperti apa sehingga mengharuskan ada penyesuaian. Nanti kita lihat lagi,” kata Anies, kepada wartawan, di Balai Kota, Jakarta, Kamis, (16/8/18).

Saat ditanya kenaikan tarif sewa Rusunawa karena adanya tunggakan, Anies menjawab, “Ada persoalan yang lebih kompleks dari pada soal biaya yang untuk mereka bayarkan. Kita harus melihat persoalan ini lebih luas.”

BACA JUGA :  Nasir Djamil Tolak Anies Baswedan Maju Di Pilpres 2019

Anies meminta penghuni yang tinggal di Rusunawa menunaikan kewajibannya dengan baik.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, memutuskan untuk menaikkan tarif rumah susun.

Penaikan itu sebagaimana tertera dalam Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2018, tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan.

Dalam situs jdih.jakarta.go.id, tertera, “Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 145 ayat (2) Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah, dengan memperhatikan indeks harga dan perkembangan perekonomian tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu dilakukan penyesuaian,” demikian tertulis dalam Pergub yang diundangkan pada 7 Juni 2018. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini