telusur.co.id – Tingginya pelanggaran kemerdekaan beragama atau berkeyakinan di DKI Jakarta, menunjukkan bahwa warga ibukota membutuhkan institusi penyaluran aspirasi yang juga berlandaskan nilai-nilai kebangsaan, bukan hanya nilai keagamaan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Farahdina Al Anshori usai acara Peluncuran Laporan Kemerdekaan Beragama/Berkeyakinan (KBB) dan Politisasi Agama 2017, dengan tema ‘Mengikis Politik Kebencian’ di Hotel Sultan, Jakarta, (8/8/18).

DKI, duduk di posisi juara wilayah terpanas pelanggaran KBB. Disusul kemudian Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, Sulawesi Selatan, Banten, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, dan Maluku Utara.

BACA JUGA :  Hujan Lokal dan Sedang akan Mengguyur Sebagian Wilayah Ibu Kota

“Setelah 10 tahun Jawa Barat menjadi wilayah terpanas untuk pelanggaran KBB, untuk pertama kalinya Jakarta merangsek ke depan. Ini menuntut lembaga demokrasi, termasuk partai politik, supaya lebih gencar menyemai nilai religi dan kebangsaan di masyarakat. Tidak ada agama bahkan kepercayaan apapun yang menolak Kemerdekaan Beragama/Berkeyakinan,” kata dia.

Selain mengukur pelanggaran, dirinya juga mengukur terjadinya praktik baik yang mendukung Kemerdekaan Beragama/Berkeyakinan.

DKI Jakarta, lagi-lagi duduk di posisi pertama, diikuti oleh Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali.

“Meski DKI Jakarta adalah wilayah terpanas di tahun 2017, namun daerah ini juga menjadi daerah yang paling banyak melakukan praktik baik mendukung Kemerdekaan Beragama/Berkeyakinan. Namun, peranan paling besar masih diambil oleh aktor Negara, seperti Kepolisian. Dan sudah saatnya masyarakat ikut ambil bagian dalam melakukan praktik baik,” kata dia.

BACA JUGA :  Misbakhun: Pertumbuhan Ekonomi Harus Langsung Dirasakan Rakyat

“Di sinilah partai politik harus mengambil bagian merestorasi Jakarta supaya menjadi wilayah dengan tingkat toleransi dan nilai kebangsaan tinggi. Sebagai ibukota negara, Jakarta harus menjadi tolak ukur seluruh negeri dalam menjalankan kehidupan kebangsaan yang religius dan berlandaskan Pancasila,” kata Farahdina. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini