telusur.co.id – Dihadapan peserta Konvensi Nasional Komunikasi Islam dan Ketahanan Nasional Dalam Perspektif Komunikasi, Ke Indonesiaan dan Ke Islaman, Sesjen MPR RI Dr. Ma’ruf Cahyono, SH, MH, mengingatkan, untuk mengelola keberagaman, seperti yang dimiliki bangsa Indonesia.

Menurut dia, sangat tidak gampang menjaga persatuan, harus ada komunikasi yang baik, dan terus menerus, agar terbangun rasa  saling menerima  dan menghargai, antara satu dengan yang lain

“Dibidang agama saja misalnya, kita memiliki kemajemukan, dan itu harus dikelola dengan baik. Agar kerukunan, saling hormat menghormati dan persatuan selalu terjaga dengan baik”, kata Ma’ruf.

BACA JUGA :  Ahmad Basarah : Jangan Sampai Pemilu Merobek Sendi-Sendi Berbangsa dan Bernegara

Disisi lain, Ma’ruf juga menegaskan kemajemukan di Indonesia bukan soal keyakinan saja. Akan tetapi, keragaman harus bisa di persatukan

“di Indonesia yang  bisa dilihat dari berbedaan warna kulit, bentuk rambut, bahasa, kebudayaan dan kebiasaan hidup sehari-hari,” imbuh dia.

Pernyataan itu disampaikan Ma’ruf Cahyono, saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Nasional Komunikasi Islam dan Ketahanan Nasional Dalam Perspektif Komunikasi, Ke Indonesiaan dan Ke Islaman. Ma’ruf Cahyono menjadi Keynote Speech pada acara tersebut menggantikan Ketua MPR, yang berhalangan hadir. Acara tersebut berlangsung di  gedung Hasyim Asy’ari, Fakultas Dakwah,  IAIN Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (9/8).

BACA JUGA :  Mahyudin: Sistem Demokrasi Indonesia Tertuang di Sila ke 4 Pancasila

Dua orang narasumber ikut memberikan pemikirannya menyangkut persoalan komunikasi Islam dan ketahanan nasional. Keduanya adalah Prof. Dr. Henri Subiakto SH, M. SI. Dia adalah staf  ahli menteri Kominfo bidang hukum. Serta Gun Gun Heryanto, pengamat politik dari UIN Jakarta. Ikut hadir dalam acara tersebut, Dekan IAIN Salatiga Dr. Mufti Ali, SH, M. Hum.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini