Ketua MPR Zulkifli Hasan / Foto:Bambang Tri P/ telusur.co.id

 telusur.co.id- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan meminta semua elit politik untuk menahan diri agar tidak melakukan hal-hal yang bersifat kampanye diluar jadwal yang  sudah ditentukan.  Tujuannya untuk menjaga kondusifitas menjelang Pemilu dan Pilpres.

Hal tersebut disampaikan Wahyu terkait  pidato Ketua Umum PAN  Zulkifli Hasan dihadapan ribuan  mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Jakarta  (UMJ), memperkenalkan Sandiaga Salahudin Uno sebagai cawapres.

“Mestinya semua pihak, terutama elit politik menahan diri memberikan informasi kepada masyarakat yang mengedukasi,” kata Wahyu di gedung KPU, Jakarta,  Kamis (30/8/18).

“Kita berharap elit politik itu betul-betul menjadi juru damai politik.  Mengedukasi pemilih agar pemilu 2019 itu betul-betul dalam situasi yang damai,” sambungnya.

BACA JUGA :  Nasdem Dukung Putusan MK Soal Verifikasi Faktual

Terkait apakah pidato Zulkifli tersebut masuk dalam kategori kampanye atau tidak? Wahyu menyerahkan sepenuhnya ke Bawaslu.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan. FOTO: Tio pirnando/telusur.co.id

“Kita serahkna ke Bawaslu untuk menangani itu.  Karena Peraturan KPU tentang kampanye sudah ada,”paparnya.

Wahyu  menjelaskan,  dalam PKPU sudah diatur tempat-tempat mana saja yang diperbolehkan atau dilarang untuk melakukan kampanye.

“Selain tempat pendidikan itu ada tempat ibadah dan fasilitas pemerintah dilarang dijadikan tempat kampanye,” jelasnya.

Seperti diwartakan, sekitar ribuan mahasiswa UMJ meneriakan ganti presiden yang dipandu oleh pertanyaan Ketua MPR Zulkifli Hasan. Saat itu Zulhas didaulat sebagai narasumber dalam UKM Expo UMJ 2018.

BACA JUGA :  KPU Tetapkan 38 Eks Koruptor Lolos Nyaleg

Zulhas mengawali pidatonya dengan melempar sejumlah pertanyaan kepada mahasiswa.

“Pilpres itu kan sederhana. Ganti Presiden atau lanjutkan dua kali, betul enggak?” ujar Zulhas.

Dia menjelaskan, di hadapan mahasiswa, tokoh agama Din Syamsuddin, Rektor UMJ, Sandiaga Uno, bahwa pertanyaan itu bukan kampanye politik.

“Saya cuma nanya loh, enggak kampanye,” ujarnya.

“Tepuk tangan dulu untuk Bang Sandi. Keren enggak? masih muda gitu, ganteng lagi. Kita tepuk tangan yang meriah, sekali lagi, wapres datang kemari, Insya Allah. Itu doa, wapres tuh doa, wakil presiden terpilih tuh doa, bukan kampanye,” tandas dia.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini