KPK/Net

telusur.co.id – Sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memanggil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romy) untuk dimintai keterangan mengenai kasus suap usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P 2018 karena tekanan politik dibantah secara tegas oleh pimpinan KPK.

Yakni Wakil Ketua KPK Saut Situmorang yang membantah jika pemanggilan Romy karena pesanan atau tekanan politik.

“Ya ini pasti dianggap politis. Tapi, ini (pemanggilan Romy) sudah melalui tahapan proses penyelidikan yang dilakukan penyidik KPK jauh-jauh hari. Kita juga sangat hati-hati dengan situasi perkembangan belakangan ini. Kita mau pesta demokrasi jadi lebih hati-hati,” ujarnya di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/08/18).

BACA JUGA :  KPK Mulai Periksa Tersangka Kasus Suap Meikarta

Saut memastikan bahwa pihak ya mempunyai alasan kuat dalam setiap melakukan pemanggilan.

“KPK tidak pernah memanggil kalau dia tidak relevan dengan yang kita lagi dalami,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Saut mengatakan, Dipanggilnya Romy saat ini karena penyidik KPK ingin mendalami peran Romy dalam kasus itu. “Kita lihat sejauh apa kaitannya dia berperan di situ,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Romy dipanggil ke KPK. Romy dijadwalkan datang sebagai saksi untuk kasus dugaan suap usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018 dengan tersangka Yahya Purnomo.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat orang tersangka. Anggota Komisi XI DPR Amin Santono, Eka Kamaluddin (perantara), dan Yaya Purnomo (Eks Pejabat Kemenkeu) ditetapkan sebagai tersangka sebagai penyuap. Selain itu, KPK menetapkan seorang kontraktor Ahmad Ghiast sebagai tersangka karena diduga memberi suap kepada Amin. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini