telusur.co.id- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saling klaim paling berjasa mengantarkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin jadi calon wakil presiden Joko Widodo.
Koordinator Bidang Hukum DPP PKB Razman Arif Nasution mengatakan, partainya memiliki andil besar menyandingkan Ma’ruf Amin dengan Jokowi. Alasannya, karena PKB sangat dekat dengan Pengurus Besar Nahdalatul Ulama (PBNU).
“Ada klaim (Ketum PPP) Romy (Romahurmuziy) yang sodorkan (Ma’ruf ke Jokowi) boleh saja, tapi yang paling diuntungkan dari cawapres untuk Jokowi adalah PKB,” kata Razman dalam sebuah diskusi bertajuk Melodramatis Capres-Cawapres di Kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (11/8/18).
Razman mengakui, terpilihnya Rais Aam PBNU itu memang di detik-detik terakhir sebelum deklarasi.
“(Kamis) Sore itu pak Jokowi memilih Kiai Ma’ruf, memang pada waktu sore itu bukan dua hari lalu,” papar dia.
Ditempat sama, Wasekjen PPP, Achmad Baidowi juga mengklaim partainya yang mempunyai andil besar mengantarkan Maruf Amin jadi cawapres. Menurut Awik, sapaan karibnya, PPP sudah sejak lama menyodorkan Ma’ruf ke Jokowi. Apalagi, Ketum PPP, Romy selalu menyebut Cawapres Jokowi dengan inisial “M”.
“Sejak Desember PPP sudah mensounding Kiai Ma’ruf. Gus Romy selalu bilang, pendamping pak Jokowi itu depannya huruf M, tapi banyak publik mempersepsikannya ke pak Mahfud,” ungkap dia.
Awiek juga membantah jika penentuan Ma’ruf sebagai cawapres diputus secara mendadak. Keputusan itu, kata dia, sudah melalui proses yang matang.
“Pilihan itu (Ma’ruf) sudah melalui pertimbangaan yang matang. Jadi ketika para ketum berkumpul baik hari Kamis kemarin atau sebelumnya, tidak ada satu (ketum) sama lainnya saling dominasi,” pungkasnya. [Ham]
Like :
BACA JUGA :  Waketum Hanura Bantah Pengakuan Sekjen PPP

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini