Ilustrasi/telusur.co.id

telusur.co.id – Polresta Depok kembali mengungkap praktek prostitusi di Apartemen Margonda Residence (Mares) di Jalan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (23/8/18) dini hari.

Dalam pengungkapan, aparat kepolisian berhasil membekuk tiga orang pria yang diduga sebagai muncikari, Mereka adalah TM, R, dan IS, serta seorang wanita di bawah umur, yakni NZ.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok, Kompol Bintoro, pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan pihaknya setelah menerima laporan dari masyarakat. Disampaikan, dari tangan para pelaku, pihaknya menyita barang bukti berupa alat kontrasepsi, celana dalam, dan uang senilai Rp 664.000.

Kompol Bintoro mengatakan, adapun modus tiga pria muncikari tersebut adalah merekrut perempuan di bawah umur untuk dijadikan PSK. Mereka, lanjutnya, berkenalan lewat media sosial dan mengiming-imingi calon korbannya untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat.

BACA JUGA :  Faktor Ekonomi Kalahkan Aturan Polisi Agama

“NZ tergiur dengan upah yang dijanjikan,” kata Bintoro.

Dari hasil penyelidikan, untuk tarif sekali kencan, atau bahasa kerennya short time, NZ mematok tarif Rp 900.000. Dari jumlah itu, Rp 250.000 disetor NZ untuk bayar kamar; Rp 100.000 untuk ‘joki’ yang memfasilitasi dan masing-masing muncikari mendapatkan Rp 100.000.

“Sisanya untuk NZ, sekitar Rp 350.000,” kata dia.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 296 KUHP juncto Pasal 506 KUHP tentang prostitusi dan mencari keuntungan dari perbuatan cabul. Dimana ancaman hukumannya adalah penjara 1 tahun 4 bulan.

Sebelumnya, pada hari Selasa malam (14/8/18), petugas Satreskrim Polresta Depok mengamankan empat orang perempuan pekerja seks komersil, dan dua pria yang diduga muncikari. Penangkapan keenam orang itu dari beberapa kamar yang berada di Apartemen Margonda Residence (Mares) 2 di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.

BACA JUGA :  Wow... Seks Pagi Hari Bisa Sembuhkan Stres

Para PSK yang diamankan adalah SG (20 tahun), AD (19 tahun), FO (19 tahun), dan DP (22 tahun), serta dua orang yang diduga mucikari mereka, MF (20 tahun) dan MR (18 tahun).

Apartemen di Margonda memang kerap dipakai untuk bisnis esek-esek. Berdasarkan penelusuran redaksi telusur.co.id, ada banyak kamar Apartemen di Margonda, Depok, yang memang sengaja untuk disewakan, tarifnya pun beragam, untuk tiga jam, penyewa dikenakan tarif Rp 150.000. Dan untuk enam jam, dikenakan tarif Rp 250.000. Untuk perhari, dikenakan tarif Rp 325.000 – Rp 350.000.

Tarif yang terbilang murah itu lah yang membuat tarif sewa harian atau per jam di Apartemen menjadi idaman. Sebab, tarif ini lebih murah bila dibandingkan dengan tarif hotel di pasaran. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini