telusur.co.id – Setelah Federasi Sepak Bola Tertinggi di Dunia, FIFA memutuskan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, muncul kecurigaan mengenai adanya kecurangan yang dilakukan negara Timur Tengah tersebut, demi mendapatkan kepercayaan besar dari FIFA.

Surat kabar Inggris, Sunday Times membeberkan beberapa bukti adanya dugaan sabotase yang dilakukan Qatar demi bisa mengalahkan pesaingnya pada pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2022.

Menurut surat kabar itu, Qatar sampai memperkejakan perusahaan public relation asal Amerika Serikat hingga eks agen CIA untuk melakukan sabotase, terhadap pesaingnya yakni AS dan Australia.

Tujuannya untuk menciptakan propaganda, dengan memberi kesan bahwa Piala Dunia tidak akan didukung oleh rakyat dari negara-negara pesaing utama mereka, seperti Amerika Serikat dan Australia.

BACA JUGA :  Uruguay Kalahkan Mesir Saat Injury Time

Dalam dokumen bocoran yang diterima Sunday Times, Qatar disebut juga merekrut blogger dan jurnalis untuk menulis cerita negatif dalam ‘mempromosikan’ AS, Australia dan negara pesaingnya seperti Jepang dan Korea Selatan.

Dokumen itu juga mengungkapkan bahwa sekelompok instruktur Pendidikan Jasmani di AS telah direkrut untuk meminta anggota kongres menentang Piala Dunia di negara itu.

Sebagaimana diketahui, aturan FIFA untuk menyelenggarakan Piala Dunia secara khusus menyatakan, negara yang mengajukan harus menyertakan dukungan kuat dari penduduk atau warga negara tersebut.

Selain itu, aturan penawaran FIFA melarang “pernyataan tertulis atau lisan dalam bentuk apa pun, apakah merugikan atau sebaliknya, tentang tawaran atau kandidat dari asosiasi anggota lainnya.”

BACA JUGA :  Badan Hukum Sepak Bola Setuju Penggunaan VAR di Piala Dunia

Adanya laporan kecurangan Qatar untuk mendapatkan mandat dari FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, bukan kali ini saja.

Sebelumnya Qatar juga telah dituduh melakukan korupsi, namun dinyatakan bebas setelah penyelidikan selama 2 tahun tidak terbukti. Komite Tertinggi untuk Pengiriman dan Legacy Qatar juga membantah tuduhan tersebut.

“Kami telah diselidiki secara mendalam dan telah datang dengan semua informasi yang terkait dengan tawaran kami, termasuk penyelidikan resmi yang dipimpin oleh pengacara AS Michael Garcia.” [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini