Ray Rangkuti Direktur eksekutif lingkar Madani/Foto: net

telusur.co.id- Pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menganggap, kubu yang pantas disematkan Koalisi Keumatan itu ada di partai politik koalisi Joko Widodo, bukan di poros Prabawo Subianto. Sebab, beberapa parpol di kubu Jokowi beragam coraknnya, baik merepresntasikan agamis maupun nasionalis.

“Ada yang bilang Koalisi Keumatan apanya yang keummatan. Parpol yang merepresentasikan keummatan adalah partai di kubu Jokowi. Apakah partai-partai itu nggak dianggap representasikan keummatan (kubu Jokowi),” kata Ray dalam sebuah diskusi di Kawasan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/18).

BACA JUGA :  Bagi Duit Miliaran ke Desa, Posisi Mendes Bakal Jadi Rebutan Parpol

Ray menyarankan baik koalisi Jokowi maupun Prabawo tak perlu menggunakan simbol agama demi meraih kemenangan di Pilpres tahun depan. Efeknya masyarakat akan terbelah.

“Simbol-simbol agama (untuk politik praktis) lebih banyak menyakitkan daripada menyenangkan. Contoh yang kemarin teriak-teriak penistaan agama, tapi partai tertentu bekerjasama dengan partai yang katanya pendukung penista agama di beberapa daerah,” papar dia.

Ray juga mempertanyakan konsistensi dari partai-partai yang mengunakan simbol agama untuk tujuan politik praktisnya.

“Lantas konsistensi simbol agamanya dimana? Jelas ini semua ujungnya adalah pragmatisme melihat untung ruginya,” kata Ray.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini