Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah/Net

telusur.co.id – Munculnya nama Ketua Dewan Syuro PKS, Salim Segaf Al-Jufri sebagai Cawapres Prabowo untuk Pilpres 2019, sebagaimana rekomendasi ijtima Ulama dan Tokoh Nasional, nampaknya membuat Fahri Hamzah heran dan kecewa.

Fahri heran lantaran rekomendasi ijtima Ulama dan Tokoh Nasional tidak mempedulikan delapan nama kandidat lain yang dimiliki PKS.

Sedangkan kekecewaan Fahri, lantaran dirinya melihat alur kepemimpinan Salim di PKS kurang bagus. Maka dari itu, ia menilai Salim belum pantas untuk disandingkan sebagi Cawapres.

Haduuh.. Saya tarik nafas panjang deh. Dari awal dia nggak ngerti cara memimpin (Salim),” kata Fahri di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/8/18).

Fahri pun mempertanyakan nasib kedelapan nama kandidat yang dimiliki PKS untuk Pilpres 2019, yang dihasilkan dalam Pemira PKS beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :  PAN Bersyukur Ijtima Ulama II Dukung Pasangan PAS

“Sembilan nama nggak dibahas. Bagaimana sih! Ini katanya ada sembilan nama yang diputuskan dalam pemira. Tiba-tiba ada deal-deal sendiri. Sembilan nama yang belum di musyawarahlan muncul satu nama. Keputusan diambil gitu saja. (PKS) partai apa ini,” kata dia.

Seperti diketahui PKS telah mengusung ke-9 kadernya untuk ditawarkan kepada Prabowo Subianto untuk dijadikan Calon Wakil Presiden di Pilpres 2019.

Antara lain, Ahmad Heryawan (Aher), Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Sohibul Iman, Salim Segaf Al-jufri, Tifatul Sembiring, Muzzamil Yusuf dan Mardani Ali Sera.

Diketahui, hasil rapat pleno yang dipimpin oleh KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i. Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama), secara resmi telah ditutup, pada hari, Sabtu malam (28/7).

BACA JUGA :  Peran TNI-Polri Berantas Teroris Tergantung Presiden

Dalam rapat, Komisi Politik GNPF Ulama merumuskan kritera ideal calon pemimpin dan pejabat publik yang akan dipilih oleh umat Islam.

Pejabat publik yang dimaksud adalah pejabat penyelanggara negara seperti eksekutif, legislatif, yudikatif, presiden/wapres, gubernur/wagub, bupati/wabup, walikota/wakil walikota, anggota DPR/DPRD dan pimpinan atau anggota lembaga negara lainnya.

Untuk kepemimpinan nasional, peserta Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional sepakat untuk merekomendasika Prabowo Subianto-Al Habib Salim Segaf Al-Jufri, atau Prabowo Subianto-Ustadz Abdul Somad Batubara, sebagai calon presiden dan calon wakil presiden untuk didaftarkan ke KPU oleh Partai Koalisi Keumatan dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini