foto AFP

telusur.co.id – Sanksi ekonomi Amerika Serikat tak membuat Iran bertekuk lutut dan menyerah begitu saja. Iran justru bangkit dari keterpurukan. Bahkan, negara yang dipimpin Presiden Hassan Rouhani ini berhasil meluncurkan jet tempur domestik baru.

Rouhani mengatakan jet tempur dan kekuatan militer Teheran hanya dirancang untuk menghalangi musuh dan bertujuan menciptakan “perdamaian abadi”.

Gambar yang disiarkan di televisi pemerintah pada hari Selasa menunjukkan Rouhani duduk di kokpit pesawat tempur generasi keempat “Kowsar” baru di pameran Industri Pertahanan Nasional di Teheran.

Media pemerintah mengatakan memiliki “avionik canggih” dan radar multi-tujuan, dan itu “100 persen dibuat secara lokal” untuk pertama kalinya.

“Ketika saya berbicara tentang kesiapan kita untuk mempertahankan, itu berarti kita mencari perdamaian abadi. Jika kita kekurangan kesiapan, kita menyambut perang,” kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi tak lama setelah itu.

BACA JUGA :  Kembali Berikan Sanksi, Iran Tuding Amerika Teroris

“Beberapa orang berpikir ketika kita meningkatkan kekuatan militer kita, ini berarti kita mencari perang. [Tapi] ini adalah pencarian damai karena kita tidak perang terjadi,” tambahnya.

Pesawat itu pertama kali diumumkan secara terbuka pada hari Sabtu oleh Menteri Pertahanan Amir Hatami, yang mengatakan akan diresmikan pada hari Rabu.

Dia memberikan beberapa rincian proyek, dengan fokus pada upaya Iran untuk meningkatkan pertahanan misilnya.

Hatami mengatakan program pertahanan dimotivasi oleh ingatan serangan rudal yang diderita Iran selama delapan tahun perangnya dengan Irak pada 1980-an, dan oleh ancaman berulang dari Israel dan Amerika Serikat bahwa “semua opsi ada di atas meja” dalam berurusan dengan Iran. .

BACA JUGA :  Sanksi Terbaru Amerika Tak Akan Melumpuhkan Iran

“Kami telah belajar dalam perang [Iran-Irak] bahwa kami tidak dapat bergantung pada siapa pun kecuali diri kami sendiri. Sumber daya kami terbatas dan kami berkomitmen untuk membangun keamanan dengan biaya minimum,” katanya dalam wawancara televisi.

AS telah menjual ratusan miliar dolar senjata ke saingan-saingan regional Iran, tetapi telah menuntut agar Teheran mengekang program pertahanannya, dan sedang dalam proses memberlakukan kembali sanksi melumpuhkan dalam upaya untuk memaksa kapitulasi. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini