Gembong Warsono/Net

telusur.co.id – Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menilai pemerintah provinsi DKI tak memiliki persiapan yang matang dalam menyambut Asian Games 2018.

Menurut Gembong, bukti ketidaksiapan tersebut, bisa dilihat dari tumpang tindihnya kebijakan yang dibuat.

Misalnya, jalur sepeda di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) yang terhalang tiang lampu penerangaan jalan dan pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) bundaran Hotel Indonesia (HI).

“Start untuk membenahi Jakarta persiapan menghadapi Asian Games ini telambat. Kesannya sekarangkan tergopoh-gopoh,” kata Gembong kepada wartawan, Kamis (2/8/18).

BACA JUGA :  Timses Prabowo Ungkap Sistem Pertahanan Indonesia yang Lemah

Gembong melanjutkan, persiapan yang tidak matang ini lantaran kurang koordinasi dan komunikasi antar pihak berkepentingan. Akibatnya, persiapan Asian Games yang akan digelar pertengahan Agustus nanti menjadi kurang matang.

“Ini jadi tergopoh-gopoh, pekerjaan saling tumpang tindih, tidak ada koordinasi yang baik antar unit kerja, mengakibatkan banyak pekerjaan yang tidak beres,” kata dia.

Sebelumnya, Pemprov DKI yang ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games terus berbenah. Beragam cara menata wajah Ibu Kota dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies-Sandi.

Namun dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemprov DKI terus saja menuai kritik dari warga.

BACA JUGA :  Pendeta Dari Karang Anyar Doakan Prabowo-Sandi Menang di Pemilu 2019

Sebagai contoh, penataan Kali Sentiong atau Kali Item dikawasan Kemayoran dimana Pemrpov DKI berusaha menghilangkan aroma tak sedap di Kali Item.

Pemprov melakukan pemasangan teknologi Nano Buble untuk menjerinihkan air dan menghilangkan bau serta pemasangan waring diatas permukaan kali.

Kemduian Pemrpov juga memerintahkan agar JPO HI dibongkar. Karena dianggap menghalangi pemandangan warga ataupun para peserta yang ingin melihat patung ‘Selamat Datang’. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini