anggota DPD RI, Fahira Idris/foto: istimewa

telusur.co.id – Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris mengapresiasi prestasi Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berhasil membongkar penyelundupan narkoba jaringan internasional dengan menangkap anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara, Ibrahim Hasan. “Apresiasi setingginya kepada BNN atas prestasi ini,” ujar Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris, melalui keterangan tertulisnya, Jumat.

Penangkapan ini, kata Fahira, semakin membuktikan bahwa jihad melawan dan memberantas narkoba semakin berat. Seorang anggota dewan yang seharusnya menjadi yang terdepan melawan narkoba malah menjadi gembong besar narkoba.

Ibrahim Hasan diduga kuat sebagai bandar atau gembong besar sekaligus pemilik sabu seberat 105 kg dan pil ekstasi 30 ribu butir.

BACA JUGA :  DPD RI Segera Kaji UU Guru dan Dosen

Kesal dengan mentalitas pejabat seperti ini, Fahira mendesak agar oknum seperti Ibrahim dihukum seberat mungkin. “Pelaku layak dituntut dan dijatuhi hukuman mati,” tegas

Fahira mengungkapkan, hukuman mati layak dijatuhkan kepada pelaku, karena selain banyaknya narkoba yang dimilikinya dan diduga kuat merupakan sindikat peredaran narkoba jaringan internasional Malaysia-Indonesia yang mengendalikan barang untuk beberapa wilayah seperti, Aceh, Kepulauan Riau dan Sumut, status pelaku adalah seorang anggota DPRD. “Anggota DPRD yang seharusnya menjadi teladan malah menjadi biang kerusakan masyarakat dan bangsa.”

Menurut Fahira, hukuman mati bagi pelaku yang juga anggota dewan ini, akan jadi peringatan bagi siapa saja gembong narkoba atau siapa saja yang masih terlibat bisnis narkoba, terlebih mereka yang menggunakan status atau jabatannya untuk menjalankan bisnis haram ini, bahwa negara ini serius melakukan jihad melawan narkoba.

BACA JUGA :  Soal Penggrebekan Narkoba di Rumah Wakil Ketua DPRD Bali, DPD Gerindra Bali: Kalau Terbukti Gerindra Siap Pecat!

“Sekali lagi, pelaku layak dihukum mati. Jangan sampai level kedaruratan narkoba kita seperti Filipina. Siapapun yang terlibat apalagi menjadi bandar dan pengedar tidak ada ampun karena hukuman berat hingga mati menanti. Kita harus tegaskan pesan ini kepada mereka yang masih menganggap Indonesia surga narkoba,” pungkas Anggota DPD RI DKI Jakarta ini. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini