foto|net

telusur.co.id – Human Rights Watch (HRW) menuding koalisi militer Arab Saudi-Uni Emirat Arab (UEA) yang memerangi pemberontak Houthi di Yaman telah melakukan kejahatan perang.

Kesimpulan dari HRW itu berdasarkan laporan setebal 90 halaman yang dirilis pada hari Jumat. “Banyak pelanggaran hukum perang yang dilakukan oleh pasukan koalisi menunjukkan bukti kejahatan perang,” kata HRW dalam laporan itu.

HRW juga menuding badan investigasi aliansi yang dibentuk Arab-UEA yakni Tim Penilaian Insiden Bersama (JIAT) telah bersekongkol.

“Investigasi JIAT menunjukkan tidak ada upaya nyata untuk menyelidiki tanggung jawab pidana pribadi atas serangan udara yang melanggar hukum. Upaya nyata untuk melindungi pihak-pihak dalam konflik dan personel militer individu dari tanggung jawab pidana itu sendiri merupakan pelanggaran terhadap hukum perang.”

BACA JUGA :  Skandal Korupsi Senilai 100 Milliar Dollar di Arab

Koalisi pimpinan Saudi, yang telah berperang dengan pemberontak Houthi sejak Maret 2015, telah berulang kali membantah tuduhan kejahatan perang, mengatakan serangan udara tidak ditujukan pada warga sipil.

Namun, data yang dikumpulkan oleh Al Jazeera dan Proyek Data Yaman, mengungkapkan bahwa hampir sepertiga dari 16.000 serangan udara yang dilakukan di Yaman sejak Maret 2015 telah melanda situs non-militer.

Serangan-serangan ini telah menargetkan pernikahan, rumah sakit serta air dan pembangkit listrik, membunuh dan melukai ribuan orang.

Setidaknya 10.000 orang telah tewas sejak awal konflik, menurut PBB. Analis mengatakan bahwa tol cenderung lebih tinggi. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini