President Iran Hassan Rouhani. reuters.com

telusur.co.id – Desakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump agar negara lain tidak melakukan perdagangan dengan Iran dicueki oleh negara di Eropa. Benua biru tetap melakukan perdagangan dengan Iran.

Bahkan, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mendorong perusahaan untuk melakukan lebih banyak bisnis dengan Iran meskipun ada sanksi baru dari AS, mengatakan Teheran telah menjunjung tinggi komitmennya di bawah kesepakatan untuk membatasi program nuklirnya.

Berbicara kepada wartawan pada hari Selasa selama perjalanannya ke Wellington, Selandia Baru, Mogherini mengatakan terserah kepada orang Eropa untuk memutuskan dengan siapa mereka ingin berdagang.

BACA JUGA :  Trump Bersedia Diperiksa Dalam Penyelidikan Kasus Campur Tangan Rusia Dalam Pemilihan Umum AS 2016.

“Kami melakukan yang terbaik untuk menjaga Iran dalam kesepakatan, untuk menjaga Iran mendapat manfaat dari manfaat ekonomi yang disepakati oleh perjanjian itu kepada rakyat Iran karena kami percaya ini adalah kepentingan keamanan bukan hanya wilayah kami, tetapi juga dunia,” dia berkata dilansir Aljazeera.com

“Jika ada satu bagian dari perjanjian internasional tentang non-proliferasi nuklir yang disampaikan, itu harus dipertahankan.”

Senada, Menteri Luar Negeri Inggris, Alastair Burt mengatakan bahwa “Amerika benar-benar tidak mendapatkan hak ini”.

Kesepakatan nuklir itu penting “tidak hanya untuk keamanan kawasan tetapi juga keamanan dunia”, katanya kepada BBC.

BACA JUGA :  Dunia Diambang Perang Nuklir, Indonesia Harus Berperan Aktif

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan “sangat kecewa” dengan kembalinya sanksi, menambahkan bahwa akan melakukan “semua yang diperlukan” untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015. China mengatakan tidak akan mematuhi sanksi AS. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini