President Iran Hassan Rouhani. reuters.com

telusur.co.id- Akibat sanksi dari Amerika Serikat, Iran mengaku waktu mereka habis untuk menyelamatkan rakyatnya. Karenanya, Iran akan melawan sanksi yang diberi AS.

Dilansir dari al-arabiya, Saat ini negeri para Mullah itu tengah membuat argumen yang disampaikan ke Mahkamah Internasional di Den Haag.

“Waktu untuk Republik Islam Iran, sudah habis, kehidupan sekitar jutaan orang yang tinggal di negara Iran sudah sangat menderita akibat sanksi yang diberikan kembali oleh Amerika Serikat, karena sanksi ini diperluas dan semakin diperparah,” kata perwakilan Iran, Mohsen Mohebi disampaikannya kepada hakim ICJ, Rabu (29/8/18)

BACA JUGA :  Presiden Iran Serukan Umat Islam Bersatu Lawan AS

Iran, sebelumnya memang meminta pengadilan untuk memerintahkan AS mencabut sanki. Namun, AS beralasan sanksi ekonomi bagi Iran diperlukan, tujuannya untuk melindungi keamanan internasional.

Seperti diwartakan, Presiden AS Donald Trump memberlakukan kembali sanksi setelah menarik diri dari kesepakatan JCPOA 2015 pada Mei lalu. AS memberikan beberapa sanksi pada bulan ini termasuk menargetkan transaksi keuangan dan impor bahan baku, mobil dan pesawat terbang.

Akibat Sanksi AS, perusahaan-perusahaan internasional meninggalkan proyek di Iran. Gelombang kedua sanksi Ekonomi AS berikutnya akan menghantam Iran pada awal November mendatang, yang menargetkan sektor energi perminyakan. [Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini