telusur.co.id – Aktivis Perempuan, Septiana mengatakan sungai Cileungsi saat ini menjadi mimpi buruk bagi warga sekitar karena diduga tercemar oleh limbah pabrik.

Sungai yang melintasi beberapa perumahan dari Perumahan Kota wisata hingga Vila Nusa Indah 5 atau dari Desa Cicadas hingga Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri membuat warga sekitar geram karena kerap menebarkan aroma busuk.

“Gara-gara aroma busuk warga mengalami maul dan muntah karena air sungai. Air saluran tercemar salah satu pabrik tekstil di sebrang sungai wilayah Bekasi,” ungkap Septiana, Rabu.

Tak hanya menebar aroma bau busuk, Septi yang merupakan politisi Partai Gerindra mengeluhkan air sungai yang berwarna hitam pekat disertai aroma busuk.

BACA JUGA :  Saingin Kaos Niluh Djelantik, Pose Septi Tak Kalah Cantik

Dia khawatiran jika permasalahan ini tidak segera ditangani, lingkungan air sungai akan rusak, apalagi kalau sungai Cileungsi tersebut melintasi beberapa Perumahan Warga.

“Kita berharap ada penanganan cepat dari pemerintah terkait. Apalagi, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu,” harapnya.

Pada hari Selasa, 28 agustus 2018 Direktorat Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) telah mengambil sample air sungai cileungsi, dan pengambilan tersebut dilakukan di beberapa titik.

Dan kini masih menunggu hasil sample tersebut apakah termasuk air yang tercemar kategori berat atau bahkan berat sekali.

BACA JUGA :  Saingin Kaos Niluh Djelantik, Pose Septi Tak Kalah Cantik

Ternyata permasalahan ini sudah viral di media sosial baik itu grup Facebook @VilaNusaIndah hingga beberapa komunitas Gunung Putri.

Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) Pak Puarman telah melaporkan hal tersebut ke Kementeran Lingkungan Hidup (KLH) termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH). (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini