telusur.co.id- Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian, menurunkan Tim untuk melakukan identifikasi penyelamatan ternak akibat bencana gempa bumi di Lombok.

Direktur Jenderal PKH, I Ketut Diarmita turun langsung ke lokasi gempa dan menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi NTB dan BPTP di Posko BPTP Narmada Lombok. Rapat dihadiri oleh Kadis Provinsi NTB dan Staf, Kepala Karantina Kelas I Mataram dan staf, Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar dan Staf dan Staf BPTU-HPT.

Dalam rapat tersebut, I Ketut langsung menginstruksikan membentuk Tim untuk membantu warga korban gempa dalam menyelamatkan ternak sapi. Sehingga, ternak warga tetap selamat dan sehat. I Ketut meminta Tim yang diketuai oleh Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar, Wayan Masa Tenaya, untuk segera mengidentifikasi permasalahan di lapangan terkait penyelamatan ternak, terutama mengenai ketersediaan hijauan pakan ternak, obat-obatan dan penanganan ternak yang mati.

BACA JUGA :  Kementan Dorong Korporasi Petani kerjasama dengan Produsen Pakan Ternak

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Peternakan NTB, ada 2 Kabupaten yaitu Lombok Utara dan Lombok Timur yang terkena dampak paling besar dan ternaknya perlu mendapat bantuan pakan dan pengobatan. Dari Lomut ada 4 Kecamatan, yaitu: Pemenang, Tanjung, Gangga dan Kahyangan, sedangkan dari KLotim ada 3 kecamatan, yaitu: Sambelia, Sembalun dan Pringgabaya.

I Ketut mengatakan, data rinci peternak dan populasi masing-masing ternak sudah tersedia per kecamatan. Selain itu data kelompok petani peternak sebagai dasar pemberian bantuan pakan dan obat-obatan juga sudah tersedia.

“Untuk sementara belum ada laporan kematian ternak, sehingga Ditjen PKH fokus menyisir dan mengidentifikasi peternak yang terkena musibah untuk diketahui berapa kepemilikan ternaknya,” kata I Ketut di Lombok, NTB, Selasa (7/8/18).

Mengingat petani di daerah gempa masih bergulat menangani dirinya sendiri akibat adanya musibah, I Ketut menegaskan, ternak milik petani tidak boleh terlantar untuk pakan dan masalah penyakit.

BACA JUGA :  Ratusan Pendaki Terjebak Di Gunung Rinjani

“Apabila data CPCL (Calon Penerima dan Calon Lokasi) sudah jelas, maka kita akan menugaskan anggota Tim yang sesuai dengan komptensi dan kebutuhan yang diperlukan,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan dari perwakilan BPTU-HPT Denpasar bahwa pakan ternak yang tersedia saat ini adalah konsentrat dan pucuk tebu yang siap untuk dikirim dari Bali. Sedangkan obat-obataan yang masih tersedia di Dinas Peternakan Kabupaten adalah obat untuk Siwab dan gangrep.

Selain itu, I Ketut juga meminta agar Tim membantu antisipasi terhadap pencurian sapi. Karena ditinggal pemiliknya. “Saat ini Kementan, termasuk juga Ditjen PKH juga membuka sejumlah rekening bagi masyarakat yang ingin mengulurkan bantuan berupa uang kepada korban gempa di Lombok,” pungkasnya.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini