Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati/Liputan6

telusur.co.id – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati benar-benar sedang panik, dalam mencari penerimaan negara yang kian sulit, dimana ekonomi Indonesia saat ini sedang sakit.

Demikian pendapat pengamat politik dan anggaran Uchok Sky Khadafi, kepada telusur.co.id, menanggapi pernyataan Menkeu yang mengusulkan 50.664 botol minuman keras selundupan dari Singapura dilelang.

“Sri Mulyani benar-benar sedang panik mencari penerimaan negara yang kian sulit. Kondisi ekonomi kita sedang sakit banget!” kata Uchok, Jumat (3/8/18).

Menurut Uchok, usulan Sri tidaklah sehata. Meskipun dengan lelang, bisa menjadi penerimaan negara sebesar Rp 57.7 miliar, tapi dengan masuknya minuman keras ini dalam masyarakat akan merusak akhak dan kesehatan.

BACA JUGA :  Pernyataan Sekjen Banteng Tak Terpuji

“Lebih baik dihancurkan ketimbang dilelang.”

Sebelumnya, Menteri Keuangan mengusulkan 50.664 botol minuman keras selundupan asal Singapura dilelang ketimbang dihancurkan. Dengan begitu, negara tetap bisa mandapat pemasukan.

“Itu bisa menjadi pemasukan untuk negara,” kata Sri Mulyani pada konferensi pers di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (2/8/18).

Walau begitu, Sri Mulyani memahami bahwa minuman keras tersebut bukan merupakan barang yang bebas. Sebab, benda minuman-minuman itu adalah sitaan. “Kami akan sangat bergantung kepada kejaksaan untuk melakukan proses cepat,” kata Sri Mulyani.

BACA JUGA :  Ada Partai Pendukung Jokowi Mau Merapat ke Prabowo

Ia berharap proses di kejaksaan tidak terlalu lama. Sehingga, pelelangan itu bisa segera dilakukan.

Sri menyebut kejaksaan dan pengadilan telah setuju dengan ide yang diusulkannya itu. “Saya minta direktorat Jenderal Bea Cukai untuk mem-followup hal tersebut.”

Namun, Sri Mulyani mengatakan lelang tersebut tidak bisa diikuti oleh sembarang orang. Ia menyebut partisipan lelang adalah pengusaha yang memiliki izin Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai. “Sehingga, dia mesti membayar semua bea masuk, PPN, PPh pasal 22, dan cukainya,” kata Sri Mulyani. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini