Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.Foto:Istimewa

telusur.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut kasus penurunan bendera merah putih di apartemen Kalibata City.

“Kalau ada orang yang punya pikiran turunkan bendera, saya kurang paham itu, makanya saya mau bicara sama Polda untuk koordinasi,” ungkap Anies kepada wartawan di Lebak Bulus, Jakarta, Jumat.

Sampai saat ini, diakui Anies, pihak Kepolisian sedang melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. “Ya ingin ketahui duduk perkara sekaligus apa ada unsur-unsur pelanggaran di situ,” beber Anies.

Anies tak habis pikir ada pihak yang melarang memasang bendera merah putih di wilayah ibu kota Jakarta. Apalagi dalam memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia.

BACA JUGA :  Diserang Di Medsos, Anies Sebut Rasanya Seperti Dilempari Tusuk Gigi

Tak berhenti disitu saja, Anies juga akan melakukan pengecekan dan pendalaman terkait peristiwa tersebut. “Ya wali kota, camat, dan lurah sudah kesana. Jadi intinya jangan pernah terpikir untuk menurunkan bendera,” katanya.

Sebelumnya diketahui, General Manager Apartemen Kalibata City Ishak Lopung angkat suara terkait viralnya sebuah video berjudul ‘Pencopotan Paksa Bendera Merah Putih di Kalibata City oleh Pengelola’ viral.

Dalam video yang diupload oleh akun youtube kabar kalcit menampilkan adegan seorang ibu-ibu berkerudung memegang bendera Indonesia.

Ia merupakan penghuni Apartemen yang marah-marah lantaran bendera yang dipasang di unitnya dicopot oleh seseorang yang diduga pengelola Apartemen.

BACA JUGA :  Soal Wagub, Anies: Parpol Pengusung yang Tentukan Nama, Bukan Saya!

Ishak Lopung menjelaskan saat itu seorang penghuni Apartemen memasang bendera Indonesia di Lantai 12 CF. Building Supervisor Apartemen meminta izin untuk menurunkan. Alasannya karena bendera dipasang di tempat yang kurang layak yaitu diikat di antara bracket AC dan railing. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini