Zeng Wei Jian/Net

Oleh: Zeng Wei Jian

PEMBUAT video Opening Ceremony Asian Games patut dikritisi. Kreasi Jiplak. Soft plagiat dari versi “James Bond & The Queen”.

Clip video The Queen; menarik. Dia digambar begitu humble, humane dan funny. Bahkan patung Winston Churchill pun ikut senang. Aksi dare-devilnya sebagai Bond’s girl nggak nanggung. Terjun payung.

Sebaliknya, Mr. Joko tampak dingin. Kesannya arogan. Aksi dare-devilnya jumping motor cross, ngepot, ngebut di gang kecil, nyaris nabrak bajaj. Too many dare-devil actions. Berlebihan. Saking banyak sampai taraf “norak”. Stylenya “Anak Jalanan Berdasi Merah”. Ugal-ugalan. Biasanya crosser liar minum pil koplo dahulu sebelum ngepot kiri-kanan.

Mr. Joko digambarkan bagai seorang egosentris megalomania. Selain dirinya, nggak ada figur lain. Her Majesty The Queen berbagi peran dengan tokoh “James Bond”. Mr. Churchill tidak dilupakan.

Ada anak kecil di kedua clip. Sekali lagi, creator clip Mr. Joko tampil sebagai close-minded element. Clip The Queen menampilkan slide anak-anak touring dengan topi Brazil. Sebuah penghormatan kepada negara sahabat dan peserta turnamen.

Mr. Joko hanya senyum dan bilang: “APA”. Intonasinya berat dan deep alto. Si bocah pramuka melongo. Jaw dropping. Expresinya seperti bocah melihat sesuatu yang menyeramkan.

BACA JUGA :  554 Petugas Pemilu Meninggal, Analis Sosial : Jokowi Malah Sibuk Urus THR

Pemanis dalam clip The Queen adalah dua ekor Royal Corgis kesayangan Her Majesty. Mengapa Creator clip Mr. Joko tidak menampilkan ribuan kodok kesayangannya yang ada di Istana Bogor? [***]

*Penulis adalah kolumnis dan aktvis Komunitas Tionghoa Anti-Korupsi (Komtak)

VIDEOCLIP THE QUEEN & MR JOKO by Zeng Wei JianPembuat video Opening Ceremony Asian Games patut dikritisi. Kreasi Jiplak. Soft plagiat dari versi "James Bond & The Queen". Clip video The Queen; menarik. Dia digambar begitu humble, humane dan funny. Bahkan patung Winston Churchill pun ikut senang. Aksi dare-devilnya sebagai Bond's girl ngga nanggung. Terjun payung. Sebaliknya, Mr Joko tampak dingin. Kesannya arogan. Aksi dare-devilnya jumping motor cross, ngepot, ngebut di gang kecil, nyaris nabrak bajay. Too many dare-devil actions. Berlebihan. Saking banyak sampai taraf "norak". Stylenya "Anak Jalanan Berdasi Merah". Ugal-ugalan. Biasanya crosser liar minum pil koplo dahulu sebelum ngepot kiri-kanan. Mr Joko digambarkan bagai seorang egosentris megalomania. Selain dirinya, ngga ada figur lain. Her Majesty The Queen berbagi peran dengan tokoh "James Bond". Mr Churchill tidak dilupakan.Ada anak kecil di kedua clip. Sekali lagi, creator clip Mr Joko tampil sebagai close-minded element. Clip The Queen menampilkan slide anak-anak touring dengan topi Brazil. Sebuah penghormatan kepada negara sahabat dan peserta turnamen. Mr Joko hanya senyum dan bilang: "APA". Seolah dia nantangin si bocah. Intonasinya berat dan deep alto. Si bocah pramuka melongo. Jaw dropping. Expresinya seperti bocah melihat sesuatu yang menyeramkan. Pemanis dalam clip The Queen adalah dua ekor Royal Corgis kesayangan Her Majesty. Mengapa Creator clip Mr. Joko tidak menampilkan ribuan kodok kesayangannya yang ada di Istana Bogor? All in all, videoclip ini buruk. THE END

Posted by Zeng Wei Jian on Saturday, August 18, 2018

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini