Politisi PKS Hidayat Nur Wahid/Repro

telusur.co.id – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengaku prihatin dengan sikap Pemerintah Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang sampai saat ini belum membuat status bencana gempa di NTB sebagai benca nasional.

Menurut Hidayat, alasan pemerintah sangat tidak pantas, apabila dengan disematkannya status bencana nasional di lombok akan mempengaruhi jumlah wisata asing yang datang ke lombok.

Melihat jumlah korban sudah mencapai ribuan orang dalam peristiwa gempa tersebut.

“Sangat tidak pantas dong. Masa hanya karena pariwisata lalu kemudian, ribuan korba terluka dan ratusan korban meninggal, ribuan rumah rusak dan jutaan sikologi terganggu. Kemudian dikorbamkan untuk pariwisata yang tanda kutib untuk asing,” ungkapnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/8/18).

Untuk itu, ia berharap  Presiden Jokowi terbuka mata hatinya dan segera menetapkan bencana gempa di Lombok sebagai bencana nasional.

“Semoga beliau terbuka mata hatinya untuk segera menetapkan dan kalau sudah ditetapkan, anggaran itu bukan dari kantongnya dia, dari APBN untuk masyarakat Lombok,” ungkapnya lebih lanjut.

BACA JUGA :  Hindari Perpecahan, Wakil Ketua MPR Imbau Masyarakat Jaga Keutuhan Bangsa

Lombok sampai saat ini masih di waspadai oleh rentetan bencana gempa. Dari Gempa yang melanda Lombok pada 5 Agustus lalu telah menyebabkan 436 orang meninggal dunia dan 352.793 orang lainnya mengungsi.

Lalu, pada Minggu 19 Agustus 2018, telah terjadi enam kali gempa bumi pukul 11.06 WIB dengan magnitudo 5,4 Skala Richter (SR) di kedalaman 10 kilometer berjarak 25 kilometer arah timur laut Lombok Timur, NTB.

Gempa bumi kedua, terjadi empat menit kemudian, yaitu pada pukul 11.10 WIB dengan magnitudo yang lebih besar, yaitu 6,5 SR di kedalaman 10 kilometer berjarak 32 kilometer arah timur laut Lombok Timur.

Kemudian, gempa bumi ketiga terjadi pada pukul 21.56 WIB dengan lokasi pusat pada 30 kilometer timur laut Lombok Timur, kedalaman 10 kilometer dengan magnitudo 7,0 SR.
Setelah itu, pukul 22.16 WIB di 18 kilometer barat laut Lombok Timur kedalaman 10 kilometer dengan magnitudo 5,6 SR.

BACA JUGA :  Memberantas Hoaks Dengan Standar Sama, Jangan Standar Ganda

Untuk gempa kelima terjadi pukul 22.28 WIB pada lokasi 23 kilometer barat laut Lombok Timur kedalaman 10 kilometer dengan magnitudo 5,8 SR, disusul pukul 23.25 WIB pada kedalaman 10 kilometer dengan magnitudo 5,0 SR.

Sayangnya, dari rentetan gempa itu sampai saat ini Pemerintah belum menetapkan Gempa di Lombok sebagai bencana Nasional.

Menurut Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan alasan kenapa Presiden Joko Widodo hingga kini belum menetapkan gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai bencana nasional, karena Presiden Jokowi khawatir pariwisata di Lombok dan sekitarnya akan terganggu jika status naik ke bencana nasional.

“Pengalaman kita waktu di Bali begitu kita bilang bencana nasional, langsung, lari,” kata Luhut

Meski tak menetapkan gempa Lombok sebagai bencana nasional, namun Luhut memastikan bahwa penanganan yang dilakukan oleh pemerintah sudah maksimal. Bahkan, Presiden Jokowi akan segera menerbitkan instruksi presiden (presiden) yang akan membuat penanganan gempa Lombok ini berjalan lebih terpadu.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini