Foto: net

telusur.co.id – Banyak pengguna Twitter yang setuju dengan adanya fatwa ‘haram’ memilih Partai Persatuan Pembangunan atau PPP, lantaran Ketua Umumnya, M. Romahurmuziy dianggap melecehkan Muhammadiyah.

“Se7 haram pilih PPP, PPP sudah tergadaikan pd cokung!,” tulis akun @rosinmunir, Jumat (17/8/18).

Sementara akun @rizalcreative menyatakan secara pribadi haram memilih partai yang dipimpin Romy (Romahurmuziy). “Sy sdr pribadi haram pilih PPP.

Pernyataan warganet itu disampaikan setelah ada laman milik warganet yang berafiliasi ke Muhammadiyah, yakni Sang Pencerah, melansir surat terbuka yang ditujukan ke M. Romahurmuziy terkait ucapannya yang dinilai telah melecehkan Muhammadiyah.

Dalam surat terbuka yang dibuat Rabu (15/8) itu, laman Sang Pencerah mengatakan bahwa ucapan Romi telah merendahkan Muhammadiyah.

“Masuknya Prof. Din kedalam bursa cawapres jokowi cuman buat lucu-lucuan, masak semua cawapres dari NU semua, paling nggak harus ada dari Muhammadiyah,” demikian diungkap Mahfud MD yang menirukan ucapan Romi dalam diskusi Indonesia Lawyer Club di TV One, Selasa (14/8) kemarin.

Untuk itu, Sang Pencerah Meminta Romi untuk mengklarifikasi ucapannya tersebut.

Berikut lengkapnya;

Surat Terbuka untuk Romy PPPR

Riak ILC tadi malam  Prof Mahfud menyampikan ketika usulan nama-nama cawapres yang didominasi salah satu kelompok.

Ketua PPP Romi bilang ada nama Din Syamasuddin, “masuknya Prof.Din kedalam bursa cawapres jokowi cuman buat lucu-lucuan, masak semua cawapres dari NU semua, paling nggak harus ada dari Muhammadiyah”

@MRomahurmuziy harus jelaskan ini pernyataan yg merendahkan Muhammadiyah

Muhammadiyah tidak sama dengan perangai elit ormas yg diungkap Mahfud MD saling sikut untuk memuaskan syahwat kuasa.

Sejak lahir Muhammadiyah mengabdi untuk ummat dan bangsa tidak pernah memberi ancaman kalau tidak kepilih jadi calon penguasa maka tidak ikut bertanggungjawab secara moral terhadap pemerintah.

Itu bentuk ancaman syahwat kuasa yg merasa tidak akan bisa berdiri tanpa menempel Penguasa.

Muhammadiyah mandiri secara ekonomi dan khittah gerakan, kekayaan muhammadiyah bersumber utama dri keikhlasan kader dan warganya bukan hasil menjilat penguasa siapapun mereka.

Jadi kalo ada ketua umum partai yang sembarang membanting lidah mendeskriditkan Muhammadiyah maka sudah harusnya warga Muhammadiyah tidak perlu memilih PPP yg punya ketua umum tidak bisa menjaga lisannya.

Jika PPP tidak memberikan klarifikasi maka akan kita dorong warga Muhammadiyah untuk mengeluarkan fatwa “Haram” memilih PPP.

#ILCAntaraMaharDanPHP

Sementara itu, Romy memberikan pernyataannya lewatkan Twitter miliknya.

BACA JUGA :  Sandiaga Uno Di Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata, Ampon Bektonah, Saatnya Jihad Ekonomi

Berikut kicauan lengkap Romi:

1. Sejak 2 malam lalu prof @mohmahfudmd menyampaikan kronologi yang dijuduli #ILCAntaraMaharDanPHP di @ILC_tvOnenews, begitu banyak komentar yg sy terima. Begitupun komentar balik sdh sy sampaikan seharian kemarin melalui berbagai media, terakhir live di @MataNajwa semalam

2. Namun sy blm mengomentari bbrp penyampaian tersebut melalui twitter & statement tertulis yg utuh krn berbagai kesibukan kemarin. Pada kesempatan ini sy mencoba menyampaikannya, krn ada bbrp mis-interpretasi yg meluas krn kutipan tambahan yg bahkan tdk dinyatakan @mohmahfudmd

3. Salah satunya adalah surat terbuka warga @muhammadiyah di link: http://sangpencerah.id/2018/08/netizen-muhammadiyah-suarakan-fatwa-haram-pilih-ppp/ …
Tertulis disitu antara lain: “masuknya Prof. Din ke dalam bursa cawapres @jokowi cuman buat lucu-lucuan, masak semua cawapres dari NU semua, paling nggak harus ada dari Muhammadiyah”

4. Setelah bbrp kali sy lihat tayangan youtube @ILC_tvOnenews, sy tdk pernah menemukan “lucu2-an” tsb muncul dari @mohmahfudmd. Shg hal ini perlu sy luruskan agar tdk menyinggung warga @muhammadiyah yg jelas merupakan salah satu konstituen @DPP_PPP

5. Masuknya nama prof. Din adalah nyata2 dibisikkan salah satu pimpinan PP @muhammadiyah saat sy diundang menghadiri Halal bi Halal di kantor PP pada 4 Jul 2018 lalu. Sy menyadari positioning netral persyarikatan, namun wajar juga jika setiap kelompok memiliki keinginan

6. Dlm dunia politik, penyampaian lisan kadang lebih tinggi maknanya ketimbang tulisan. Krn nya sy menganggap, bisikan utk nama Prof. Din disampaikan kpd pak @jokowi adalah amanat. Kebetulan bbrp hari sesudah itu sy diterima presiden, shg kesempatan itu sy sampaikan

7. Dlm pembicaraan dg pak @jokowi  di awal Juli itu, kami memang tengah mengerucutkan sejumlah nama kandidat cawapres dari long list mjd shorlist 10 nama. Ketika nama Prof. Din sy sampaikan, adalah pak @jokowi yg kemudian meminta nama itu dimasukkan ke dalam shorlist

8. Jadi, sama sekali bukan “lucu2-an”. Juga bukan sekedar “masa semua cawapres dari NU semua”. Prof. Din yg sy kenal adalah ketua wilayah Ikatan Pelajar NU NTB pada masanya. Beliau adalah warga NU yg kemudian dipercaya mjd Ketum @muhammadiyah. Beliau juga cendekiawan lintas iman

9. Itu juga yg sy duga melatari mengapa Prof. Din yg dibisikkan kpd saya, di kantor PP @muhammadiyah pula. Istilah guyon yg sering populer di kalangan aktivis pergerakan Islam adalah “MuhammadiNU”, aktivis Muhammadiyah yg ‘ubudiyahnya NU atau sebaliknya

10. @DPP_PPP bukan hanya sekali menominasikan prof. Din sbg cawapres. Jelang Pilpres 2014, keputusan Musyawarah Kerja Nasional PPP Feb 2014 di Bandung, bbrp nama kita putuskan mjd kandidat:  @jokowi, @Pak_JK, Din Syamsudin, Hasyim Muzadi, Khofifah, Jimly Assiddiqi, & Isran Noor

11. Itu adalah bagian dr algoritma berpikir kami sbg parpol utk melakukan candidacy scr terbuka, yaitu memutuskan sejumlah nama, mengumumkannya, dan mensurveynya. Kemudian kami tunggu bagaimana riak publik menanggapinya

12. @muhammadiyah adalah ‘kakek’ kami. Krn pada 5 Jan 1973, PPP didirikan oleh 4 parpol Islam: @nahdlatululama, @pp_parmusi, PSII & Perti. Sedangkan Parmusi didirikan 17 Agt 1967 oleh 16 ormas Islam a.l. @muhammadiyah yg piagam pendiriannya di-ttd AR. Fahrudin & Djindar Tamimi

13. Tidaklah mungkin PPP meninggalkan @muhammadiyah, apalagi menjadikan mantan ketua umumnya sbg “lucu2-an”. Apalagi yg sedang kita kerucutkan adalah nominasi orang ke-2 terpenting dlm protokeler di NKRI

14. Sy menghargai seluruh masukan yg berkembang. Namun pribahasa Jawa “undaking pawarta sudaning kiriman”, sering berita melebihi apa yg disampaikan. Sy berharap tiada lagi misleading akibat hoax yg maha kejam. Semoga ini cukup mjd bahan klarifikasi kpd saudara2ku @muhammadiyah.

[ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini